Berita Viral

Nasib Wanita Mau ke Pasar Malah Kena Peluru Nyasar, Tak Sengaja Ditembakkan Polisi, 'Pipi Getar'

Hendak pergi ke pasar, wanita ini malah kena peluru nyasar. Menurut pengakuan, pipinya bergetar berkat tembakan itu.

Freepik.com
Ilustrasi - seorang wanita di Depok tertembak peluru nyasar yang dilesakkan polisi saat akan pergi ke pasar. 

TRIBUNMADURA.COM - Hal tak terduga terjadi pada seorang wanita di Kota Depok saat pergi ke pasar.

Berharap bisa berbelanja, dia malah mendapatkan peluru nyasar.

Ya, dia terkena peluru nyasar yang ditembakkan oleh polisi.

Menurut kesaksiannya, pipi dan gigi bergetar hebat saat tertembak.

Lantas, seperti apa kisahnya? Bagaimana kondisi wanita tersebut?

Baca juga: Kondisi Miris Balita Terlantar di Semak Belukar, Ditemukan Kurus Kering, Ada Ibu Ngaku Anak Saya

Diusut, lokasi kejadian tersebut berada di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (31/10/2023) sore.

Kala itu, seorang wanita bernama Dian Setyorini (43) dalam perjalanan ke pasar.

Dia mengendarai motor berboncengan bersama suaminya.

Namun, tak disangka-sangka, sebuah peluru nyasar menabrak dirinya.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kapolsek Sukmajaya, Kompol Margiyono.

"Awal mula kejadian, pukul 17.30 WIB korban bersama suaminya berboncengan hendak belanja ke Pasar Agung dengan menggunakan sepeda motor," tutur Margiyono, dilansir Tribunmadura.com dari Kompas.com, Kamis (2/11/2023). 

Nahas, lanjut Margiyono, tiba-tiba ketika melewati Jalan Raya Proklamasi, tepatnya sekitaran Intermedia, korban terkena peluru nyasar

"Tiba-tiba pas melewati Jalan Raya Proklamasi sekitaran Intermedia antara pom bensin Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya Kota Depok, korban terkena peluru senapan angin yang nyasar entah dari mana arahnya," ucap Margiyono. 

Peluru senapan angin pun mengenai pipi bagian bawah mata kiri korban, sehingga mengucurkan banyak darah. 

"Karena panik korban mengeluarkan banyak darah, suami korban langsung membawa korban ke Rumah Sakit HGA untuk ditangani oleh medis. Korban mendapat dua jahitan," kata Margiyono.

Satu butir peluru senapan angin pun menjadi barang bukti dalam peristiwa ini. 

Kendati demikian, kata Margiyono korban memutuskan tidak membuat laporan polisi karena menganggap ini musibah, sebagaimana tertuang dalam pernyataannya. 

"Korban dan suaminya mempertimbangkan tidak akan membuat laporan polisi karena menganggap peristiwa itu sebagai musibah. Korban juga membuat pernyataan," tandas dia.

Sementara itu, Diana membuat pengakuan terhadap kejadian itu.

Saat ditemui di rumahnya, tampak perban putih membalut pipi bawah mata kiri Dian. 

Pipi kiri di bawah mata Dian terluka lantaran peluru tersebut menembus kulit wajahnya.

Ia pun menceritakan kronologi saat terkena peluru nyasar itu.

Dian Setyorini (43), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sukmajaya, Depok menjadi korban peluru senapan angin nyasar pada Senin (30/10/2023) lalu.
Dian Setyorini (43), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sukmajaya, Depok menjadi korban peluru senapan angin nyasar pada Senin (30/10/2023) lalu. (Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong)

Baca juga: Gadis 19 Tahun Asal Desa Padike Talango Sumenep Hilang Selama 5 Hari, Ini Ciri-cirinya

Kejadian berlangsung sekitar pukul lima sore saat Dian bersama suaminya hendak berbelanja.

"Jadi aku itu jam 17.15 WIB mau belanja ke agen, biasa sama suami boncengan," kata Dian saat ditemui di Sukmajaya, Depok, Kamis (2/11/2023). 

Ketika sampai di sekitaran ruko Intermedia-SPBU, Dian mengaku tiba-tiba mendengar suara dentuman kencang. 

"Itu antara Intermedia-pom bensin ada dentuman kenceng 'Bemmm'. Daerah sini itu bergetar semua gitu, akhirnya aku pegang," ujar Dian sembari menunjuk area pipi kiri dan giginya. 

Saat itu, Dian tidak sadar bahwa di pipinya sudah tertancap peluru. 

Sebab yang terasa hanyalah getaran pada gigi Dian. 

"Ngerasanya itu, peluru datangnya dari mana enggak tahu, kencang banget pokoknya dentumannya sampai gigi pengen rontok, tahu-tahu saking kencangnya peluru sudah nancap ke sini dalam," ujar dia. 

Dia mencoba mengabaikan dentuman yang dia rasakan dan melanjutkan perjalanan. 

Namun semakin lama dia merasa tidak nyaman pada bagian giginya. 

Akhirnya Dian dan suaminya menepi sejenak.  

Baca juga: Maling Ninja Obok-obok Rumah Milik Pasutri di Malang, Sempat Dikejar Satpam, Endingnya Lolos

"Kok kenapa gigi bergetar, aku giniin (pegang pipi), sembari jalan terus. Nah, suami tanya 'dengar bunyi dentuman enggak tadi Bu?' Iyaa apaan yah Pak?" ujar Dian memeragakan percakapan bersama suaminya. 

Saat melihat kaca spion, Dian tercengang pipi di bawah matanya sudah mengucurkan darah deras. 

"Berhenti itu sebelah toko Pandan Bakery, pas aku lihat ke spion motor peluru sudah nancap di sebelah pipi, sudah ada darahnya," kata dia. 

Ia dan suaminya yang kaget pun bergegas menuju Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah (HGA). 

"Aku kaget langsung nangis balik ke rumah ngasih tahu orangtua langsung ke HGA. Langsung ditangani, dikeluarkan (peluru) itu ada setengah jam," ujar Dian. 

Usai dikeluarkan, tampaklah timah yang bersarang di pipi Dian berupa peluru untuk senjata angin. 

Dian pun mendapat dua jahitan di pipi kirinya. 

"Pas dikeluarin itu peluru angin burung, atau mimis gitu, timah. Ya sudah itu, dijahit dua jahitan," tandas dia.

Di sisi lain, pemuda di Bengkulu salah sasaran saat akan menusuk temannya.

Dia malah menikam pacarnya hingga tewas.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Aris Sulistyono melalui Kapolsek Kampung Melayu AKP Rahmat, Kamis (5/10/2023).

"Iya benar kita telah mengamankan 1 orang pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku berinsial SA," ungkap Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Aris Sulistyono melalui Kapolsek Kampung Melayu AKP Rahmat, Kamis (5/9/2023).

Kronologi kejadian penusukan itu pun terungkap.

Baca juga: Pasutri Gasak Tas di Pasar Balongpanggang Diringkus Polisi saat Kabur ke Mojokerto, Tertunduk Lesu

Pemuda tidak sengaja membunuh kekasihnya sendiri usai cekcok dengan temannya.
Pemuda tidak sengaja membunuh kekasihnya sendiri usai cekcok dengan temannya. (TribunBengkulu.com/Beta Misutra)

Melansir dari TribunBengkulu.com, Jumat (6/10/2023), tempat kejadian perkara berada di salah satu watung di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Kala itu, pelaku berinisial SA (19), kekasihnya AP (15), dan temannya RE (17) nongkrong di warung tuak.

Suasana tetiba memanas kala SA dan RE adu mulut, Kamis (5/10/2023) dini hari.

Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan berniat menusuk RE.

Melihat hal tersebut, AP mencoba menengahi pertengkaran itu.

Namun, alih-alih berhasil menenangkan keduanya, AP justru tertusuk pelaku di bagian ulu hati.

SA naik pitam lantaran salah tusuk. Semakin menjadi-jadi, dia pun mengejar RE.

RE berhasil tertangkap dan mendapat tusukan sebanyak 3 kali di pinggang.

Warga setempat yang melihat kejadian itu lantas membawa AP dan RE ke rumah sakit.

Sementara itu, SA melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut AP dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Nasib Artis Tak Kuat Dianiaya Pacar PNS selama 1 Tahun, Kini Cari Bantuan Polisi: Dia Janji Menikahi

Korban RE berhasil selamat dan sudah boleh pulang ke rumah.

Kemudian pada Kamis pagi (5/10/2023) pihak keluarga pelaku mendatangi Polsek Selebar Kota Bengkulu, untuk menyerahkan pelaku.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku tidak sengaja membunuh korban AP.

Menurut pemaparan Rahmat, pisau yang menjadi bukti itu memang selalu dibawa oleh SA.

"Jadi tidak masuk dalam pembunuhan berencana, karena memang kebiasaan dari pelaku ini dia membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga," ungkap Rahmat dilansir dari TribunBengkulu.com.

SA juga mengaku perbuatannya benar-benar tidak disengaja.

Berdasarkan keterangan pelaku, Tewasnya AP murni salah tusuk.

Pasalnya, dia memang hendak melakukan penusukan terhadap RE.

Pelaku berinisial SA (19) warga Pagar Dewa Kota Bengkulu yang bunuh pacar sendiri.
Pelaku berinisial SA (19) warga Pagar Dewa Kota Bengkulu yang bunuh pacar sendiri. (TribunBengkulu.com/Beta Misutra)

Niat tersebut muncul lantaran pelaku sakit hati RE, namun bukan karena masalah asmara.

Ada permasalahan lain antara pelaku dan korban RE sebelumnya, yang membuat mereka akhirnya ribut di warung tuak yang menjadi TKP kasus pembunuhan.

"Bukan soal asmara, saya memang sempat ada masalah lain, jadi bukan karena cemburu," kata SA.

Puncaknya malam dini hari, Kembali terjadi keributan antara pelaku dan korban RE yang membuat pelaku naik pitam, sehingga terjadilah kejadian tersebut.

SA juga mengatakan RE yang pertama kali mengajaknya berduel.

"Awalnya kami ribut, dan dia (korban RE, red) mengajak saya duel, jadi dia duluan yang ngajak saya ribut," ungkap pelaku SA alias MM, Kamis (5/10/2023).

Atas perbuatannya, warga Pagar Dewa Kota Bengkulu itu akan dijerat pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014, atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002, subsider pasal 338 KUHP.

----

Berita Madura dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved