Jumat, 10 April 2026

Berita Sumenep

Cara Bupati Sumenep Ringankan Beban Korban Bencana Alam Angin Puting Beliung

Sejumlah warga dua desa di Sumenep, yakni Desa Nambakor Kecamatan Saronggi dan Desa Patean Kecamatan Batuan bisa bernafas lega

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TribunMadura/ Ali Hafidz
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan bantuan pada warga yang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Nambakor dan Patean Sumenep pada Kamis (11/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sejumlah warga dua desa di Sumenep, yakni Desa Nambakor Kecamatan Saronggi dan Desa Patean Kecamatan Batuan bisa bernafas lega setelah Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo hadir dan meringankan beban mereka akibat hujan dan angin puting beliung pada Kamis (11/1/2024).

Terdapat 83 rumah rusak akibat hujan deras dan angin puting beliung, bahkan belasan tiang listrik tumbang ke tengah jalan pada Selasa (9/1/2024) lalu.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini tidak hanya datang untuk meninjau lokasi terdampak, namun menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada masyarakat yang jadi korban angin kencang tersebut.

Bantuan penyerahan secara simbolis itu berlangsung di Pendopo Balai Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.

Cara itu kata Achmad Fauzi, bantuan yang diserahkan bersama Baznas Sumenep dapat meringankan beban para korban.

Baca juga: Polres Pamekasan Tanam 500 Bibit Pohon Magrove, Antisipasi Bencana Alam Memasuki Musim Hujan

"Kemaren kita meninjau langsung lokasi rumah - rumah warga dua desa yang terdampak bencana alam angin puting beliung, Alhamdulillah kita bisa meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan rehabilitasi rumah yang rusak," tutur Achmad Fauzi, Jumat (12/1/2024).

Penyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada 83 korban angin puting beliung secara simbolis dari Desa Nambakor dan Patean Sumenep.

Atas nama Pemkab Sumenep, pihaknya meminta maaf karena baru bisa menemui warga terdampak, karena waktu kejadian kebetulan sedang ada acara di luar kota.

"Kemaren saya datang, langsung ke lokasi," katanya.

Cak Fauzi sapaan akrapnya mengajak para korban bersama-sama berdoa agar bencana alam yang terjadi empat hari lalu itu tidak terjadi lagi.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada karena secara geografis Desa Nambakor dan sekitarnya termasuk daerah rawan puting beliung.

Apabila ada kejadian kedaruratan dia mengingatkan masyarakat untuk langsung menghubungi layanan Call Center 112 yang memang dirancang Pemkab Sumenep untuk menerima setiap aduan masyarakat terkait kejadian kedaruratan.

"Itu gratis dan InsyaAllah kami akan selalu sigap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan kejadian kedaruratan," terangnya.

Berdasarkan data BPBD, 83 rumah yang menjadi korban angin puting Beliung tersebar di dua Desa yakni di Desa Nambakor, Saronggi sebanyak 73 rumah dan 2 bangunan milik lembaga pendidikan. Sedangkan di Desa Patean, Kecamatan Batuan sebanyak 10 rumah.

Selain Puluhan rumah, belasan tiang listrik PLN roboh dan sempat menutup akses jalan nasional di Desa Patean.

Perbaikan jaringan kabel PLN di area tersebut sampai saat ini masih terus berlangsung dan jalan kembar sisi timur belum dibuka sehingga lalu lintas masih tersendat.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved