Berita Terkini Surabaya

Maling di Surabaya Digerebek saat Tertidur Pulas: Polisi Tepuk Pipi Berulang Kali Bangunkan Pelaku

Harianto (37) ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya gara-gara mencuri sepeda motor.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
Harianto (tengah) diapit anggota tim Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak 

Laporan Wartawan Tribun Jatim network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Harianto (37) ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya gara-gara mencuri sepeda motor.

Saat dibekuk pelaku ini sedang tidur pulas.

Sampai-sampai dia tak menyadari di dalam kosnya sudah ada empat polisi mengepungnya.

Harianto ditangkap di sebuah kos kawasan Wonosari, Surabaya.

Saat penangkapan polisi untuk masuk ke kamar kos pelaku tanpa perlu repot-repot mendobrak pintu.

Pintu kamar Harianto saat itu tidak dalam keadaan terkunci.

Harianto akhirnya bangun setelah polisi berkali-kali menepuk pipinya.

Seperti orang yang kaget dia hanya termangu melihat empat orang berperawakan besar berdiri dihadapannya.

Tak lama, Harianto melempar senyum ke anggota.

Seketika itu Harianto digelandeng ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kanitresmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Yudha Sukmana menjelaskan, Harianto melakukan pencurian September lalu.

Tersangka yang saat itu tinggal di sebuah kos kawasan Pabean Cantikan, mencuri sepeda motor matik milik tetangganya.

"Korbannya pegawai outsourcing Dinas Kebersihan Surabaya," ucap Iptu Yudha.

Yudha melanjutkan, Harianto melakukan aksi September 2023 lalu.

Harianto mencuri sepeda motor milik korban saat terparkir di Kantor Dinas Kebersihan Pemkot Surabaya Jalan Bunguran.

Ulah Harianto terungkap setelah mengecek CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.

Korban sebenarnya mengetahui bahwa yang mencuri adalah tetangganya sendiri, sudah berusaha bergegas pulang.

Namun, Harianto lebih dulu kabur.

"Ternyata sebelum eksekusi, tersangka sudah mengintai korban beberapa hari," ujarnya.

Tak ada motif tertentu Harianto tega mencuri sepeda motor milik tetangganya.

Tersangka ini memang cukup sering berulah demikian.

"Setelah mencuri sepeda motor milik pegawai outsourcing juga mencuri motor matik di sekitaran Jalan Sencaki," ucap Yudha.

Tersangka kerap pindah-pindah kos untuk mencari sasaran.

Setiap pindah kos Harianto hampir tidak pernah membawa barang perabotan.

Paling-paling hanya membawa beberapa potong pakaian tujuannya agar mudah kabur ketika mendapat barang jarahan.

"Untuk masyarakat lebih hati-hati kejahatan bisa saja selalu mengintai di sekitar kita," pungkasnya.


Ikuti berita seputar Surabaya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved