Berita Viral
Niat Lapor Kekerasan di Pinggir Jalan, Pemotor Kesal Malah Tak Ada Tanggapan, Berakhir ‘Saya Katain’
Saat melintas, pemotor ini menemui penganiayaan seorang pria ke wanita. Dia mengaku kesal karena dilempar-lempar ketika berniat melapor.
TRIBUNMADURA.COM - Belakangan ini sebuah video viral di media sosial.
Video tersebut menyoroti kekerasan yang dilakukan seorang pria kepada wanita di pinggir jalan.
Untungnya, pemotor yang melintasi jalan tersebut berhenti untuk melerai.
Sayangnya, saat hendak melapor ke pihak berwajib, dia malah dilempar-lempar dan tak diberi respon pasti.
Lantas, seperti apa kronologinya?
Baca juga: Viral Pernikahan Gadis Sumsel & Bule, Terpaut 28 Tahun, Kenalan di Mobile Legends, ‘Ikut Suami’
Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com
Pergoki pemuda pukuli perempuan di pinggir jalan, warganet kecewa dilempar-lempar saat lapor.
Sebuah video warganet yang memergoki pria yang diduga menganiaya perempuan di pinggir jalan beredar viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di pinggir Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (4/2/2024).
Salah satu videonya dibagikan oleh akun Instagram @merekamjakarta.
Dalam video tersebut, perekam video menjelaskan bahwa dirinya sedang melintas di sekitar jalan tersebut.
Kemudian, dia melihat adanya aksi kekerasan yang dilakukan seorang pria di pinggir jalan.
Terlihat, pria itu memarkirkan motornya di pinggir jalan.
Lalu, ada perempuan yang duduk di atas motor tersebut.
Perekam video pun meneriaki pria tersebut agar menghentikan aksinya.
Dalam keterangan unggahan dijelaskan, perekam video melihat pria itu sempat memukul dan mencekik wanita yang diboncengnya.
Baca juga: Viral Mertua Aniaya Menantu Pakai Penggilas, Tega Imbas Telat Siapkan Makan, Bocil Ramai-ramai Lerai

Hingga artikel ini ditulis, Selasa (6/2/2024), video tersebut telah dilihat sebanyak 311 ribu kali.
Dilansir dari Kompas.com, perekam video tersebut bernama Andre Febrianda (31), yang saat peristiwa dugaan kekerasan terjadi, dirinya kebetulan melintas.
Ia berharap, pemerintah menyediakan panic button agar masyarakat bisa melapor dengan mudah jika menemukan tindak dugaan kekerasan.
"Mana habis nonton debat, katanya perlindungan perempuan, inilah, itulah. Faktap (fakta dan mantap) lah intinya," kata Andre, Senin (5/2/2024).
"Pak Jokowi dan Pak Listyo bikin panic button dan sejenisnya lah," tambahnya.
Menurut Andre, ia rela melihat polisi memiliki gaji besar jika bisa menjalankan pekerjaan sebagai pelindung masyarakat berjalan dengan baik.
"Pelayanan publik faktap banget emang. Swasta saja apa yang urus kayak gini?" tuturnya.
Dilempar-lempar saat Lapor
Andre mengaku, dirinya dilempar-lempar oleh petugas saat menghubungi layanan kedaruratan.
"Yap, betul sekali (malah dilempar-lempar). Tapi, terlempar otomatis. Saat ketik 110 darurat polisi, pas diangkat, ngobrol malah darurat bencana," ungkapnya.
"Sama customer service darurat bencana, yakni 112, diberikan solusi pakai kode daerah 120-110, baru nyambung, setengah jam enggak ada yang angkat," lanjutnya.
Selain itu, dirinya juga sudah mencoba menelepon Polsek Duren Sawit, namun hasilnya tetap nihil.
"Satu jam lebih baru akhirnya datang polisi yang enggak sengaja lewat (Jalan Jenderal Basuki Rachmat)," ujarnya.
"Akhirnya, di situ baru plong, saya tinggal pulang. Iya, selama satu jam sudah saya sama warga lerai, sambil tunggu pak polisi datang," lanjutnya.
Baca juga: ‘Cuma Pengen’, Bos Muda Ancam Aniaya Bu Dokter, Datangi Klinik Bawa Sajam, Ngamuk Ditangkap Polisi
Adapun, Andre memergoki pria menganiaya perempuan di pinggir jalan itu pada Minggu malam.
Ia lalu merekam kejadian tersebut sambil meneriaki pelaku agar berhenti melakukan kekerasan.
"Saya lihat kekerasan di seberang, saya kata-katain, akhirnya berhenti kekerasannya," bebernya.
"Saya mau bantuin, malas berantem. Minimal dia sudah enggak KDRT lagi," lanjutnya.
Sepenglihatan Andre dari seberang jalan, pria itu memukul, menjambak, mendorong, menampar, hingga menoyor perempuan itu.
Kekerasan tak hanya dialami oleh wanita.
Anak-anak juga menjadi pihak rentan yang kerap dianiaya.
Kasus tersebut ada di Tangerang, dilakukan oleh ibu tiri ke seorang anak di depan banyak orang.
ibu tiri berinisial RY (38) ini justru menyiksa NT yang masih berusia 4 tahun.
Bahkan tak jarang kekejaman RY dipertontonkan ke warga sekitar.
Warga Kompleks Lapas Kelas 1 Tangerang, RT 005 RW 004 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, khawatir lama-kelamaan dengan kondisi hidup NT yang menanggung derita penyiksaan ini.
Berdasarkan pengakuan NT, ia pernah dipukul menggunakan kayu, dicakar hingga dicubit.
Kepala NT pun pernah dibenturkan ke lantai.
"Ibunya juga jedotin korban. Itu ada tiga Luka di kepala akibat dijedotin," kata Ketua RT setempat, Bowo Prayitno, kepada Kompas.com, Senin (20/11/2023).
Selain Bowo, tetangga RY berinsial A (35) menyebut bahwa pelaku sering menganiaya NT di hadapan bocah-bocah lain dan tetangganya.
Hal itu dikeluhkan A lantaran anaknya yang sebaya dengan korban melihat langsung aksi kekerasan tersebut.
Baca juga: Tampang Para Pesilat di Gresik yang Aniaya Junior hingga Tewas, Di Depan Polisi Kayak Ayam Sayur

"Jujur aja ya, di depan saya dan anak saya, dia (NT) suka disiksa ibunya. Yang saya enggak suka itu, kenapa sih ada saya dan anak saya, anaknya disiksa," kata A saat ditemui di kediamannya, Kompleks Lapas Kelas 1 Tangerang, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Selasa (21/11/2023).
"Anak saya juga sampai bilang, 'Mamanya si NT itu jahat banget'," tambah A, menirukan ucapan anaknya.
Menurut A, tetangga lainnya yang bekerja sebagai kuli bangunan pernah menegur RY.
Sebab, aksi kekerasan itu dikhawatirkan dicontoh anak-anak untuk melakukan hal serupa terhadap orang lain.
"Tapi, si ibunya itu malah marah ke si tukang bangunan karena kata dia mencampuri urusannya," kata A.
Polisi pun telah menetapkan RY (38) menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan ini.
Namun, RY tidak ditahan.
Keputusan bahwa RY tak ditahan didasari hasil rapat koordinasi antara Polres Metro Tangerang Kota dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kejaksaan Negeri Tangerang, Dinas Sosial Kota Tangerang, dan pemerhati anak.
Rio mengatakan, semua pihak sepakat RY tak ditahan karena tersangka memiliki bayi.
"Tersangka tidak ditahan karena dasar kemanusiaan, di mana tersangka masih memiliki anak bayi berusia sembilan bulan," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing.
NT dipisahkan sementara dengan RY. Ia dipindahkan ke rumah aman Yayasan Peduli Anak.
Kabar teranyar, kondisi NT semakin membaik.
Namun, bocah malang itu enggan pulang ke rumah lantaran trauma masih membekas di dalam dirinya.
"Kondisi korban sehari-harinya semakin baik, interaksinya makin baik, keceriaannya baik. Hanya memang belum mau dikembalikan kepada orangtuanya," ujar Pejabat Sementara Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Lia Latifah saat dihubungi pada Kamis (23/11/2023).
RY terus menjalin komunikasi dan membujuk anak tirinya itu untuk pulang.
Namun, bujukan RY masih ditolak oleh NT.
"Setiap hari biasanya orangtuanya telepon, selalu ditanyain mau pulang apa enggak? Tapi (NT) selalu jawabannya, 'Aku belum mau pulang. Aku mau di sini aja', kata Lia.
Lia pun menyarankan agar RY membangun kembali rasa kepercayaan NT terlebih dahulu sebelum memintanya pulang.
Pasalnya, penyiksaan yang dialami NT membuat kondisi psikisnya cukup membekas.
NT masih mengungkit aksi kekejaman RY bila melihat luka-luka di tubuhnya.
Salah satunya kala ditanya oleh aktivis sosial Novi Pratiwi.
"Dikepentokin lantai sama mama terus jadi berdarah," ucap NT dengan suara yang bergetar, seperti dilansir dari Tribun-Medan.com, Kamis (24/11/2023).
Baca juga: ‘Tak Bisa Hidup Tanpa Suami’, 3 Tahun Ibu Tega Biarkan Ayah Rudapaksa Anak Kandung, Hamil 2 Kali

Mata NT yang terlihat membiru juga ternyata gara-gara ulah sang ibu tiri.
"Ini dipukul," kata NT.
Mendengar pengakuan NT, Novi Pratiwi syok hingga tubuhnya gemeteran
"Ya Allah Ya Robby, Astagfirulullah," kata Novi Pratiwi.
Ketika baju NT dibuka, di badan balita tersebut dipenuhi oleh luka bekas cubitan dan cakaran.
NT mengatakan RY mencubitnya tanpa alasan yang jelas.
"Ini dicubit," ujar NT polos.
"Enggak nakal, tapi dicubit," imbuhnya.
Saat sedang dianiaya oleh RY, NT mengaku kerap berteriak meminta tolong.
"Minta tolong, enggak ada yang nolong," kata NT.
Mendengar jeritan kesakitan NT, RY bukannya iba malah semakin menyiksa balita tak berdosa tersebut.
RY malah berusaha untuk merobek mulut NT.
"Aku teriak minta tolong terus mulutnya diginiin," ucap NT sambil meniru perbuatan RY kepadanya.
Ternyata penyiksaan yang dirasakan NT tak berhenti sampai disitu.
"Lehernya dicekik diginiin," kata NT.
----
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Berita Madura dan berita viral lainnya.
TANGIS Orang Tua Tahu Foto Putrinya Diedit Tanpa Busana dan Diperjualbelikan: Itu Wajah Anak Kami |
![]() |
---|
Fakta Warga Temukan Potongan Kaki di Tempat Sampah Hotel Ternate, Polisi: Tukang Ojek yang Buang |
![]() |
---|
Keluarga Tak Sudi Terima Bingkisan Polisi yang Pukul Anaknya Sampai Kritis: Nanti Meringankan |
![]() |
---|
Ruangan Tetiba Penuh Tawa Usai Ahmad Dhani Sela Ariel di Rapat RUU Hak Cipta, Willy: Saya Ingatkan |
![]() |
---|
SMPN Diduga Tagih Siswa Rp700 Ribu Buat Laptop Kenang-kenangan, Disdik Bela: Namanya Orang Mau Viral |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.