Selasa, 19 Mei 2026

Berita Surabaya

Polisi Amankan 3 Pelaku Perampok Gerai Pegadaian di Kapas Krampung Surabaya

Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga terduga pelaku perampokan. Mereka beraksi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan pegadaian

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Korban AS (kanan) saat melayani melayani customer yang hendak gadai ponsel. Ketika hendak menutup gerai karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Itu sempat alami perampokan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga terduga pelaku perampokan. Mereka beraksi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan pegadaian di kawasan Kapas Krampung.

Komplotan itu sempat menyandera dua karyawati toko menggunakan pisau.

“Iya kami amankan tiga terduga pelaku rampok,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono. Dia tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan dan motif dibalik perampokan tersebut. Semua akan disampaikan setelah gelar perkara. “Selebihnya akan kami sampaikan dirilis,” imbuhnya.

TribunJatim.com mendatangi lokasi kejadian. KSP dan Pegadaian tersebut berada di pertokoan Jalan Kapas Krampung, seberang jalan menuju Kaza Mall. Aktivitas tempat usaha itu dari jalan raya bisa terlihat karena pintu terbuat kaca tembus pandang. Di ruangan tidak ada teralis pengamanan. Untuk melayani transaksi di lokasi terdapat dua meja.

AS dan FR, ialah dua karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan pegadaian yang menjadi korban sekaligus saksi. Rabu (7/2) malam, mereka didatangi dua orang tak dikenal. AS mengungkapkan saat hendak menutup toko didatangi pelaku pertama menawarkan ponsel untuk digadai karena butuh uang.

AS saat itu tak menaruh rasa curiga.Belum sempat ia melihat handphone yang akan digadai pelaku dua datang mengeluarkan pisau. Ia diminta mengeluarkan semua barang. AS pun sempat mengelak.

Baca juga: "Antara Hidup Mati" Saksi Mata Ungkap Detik-detik Ngerinya Perampokan Bersenpi di Toko Emas Pacitan

"Karena melawan saya dijambak, leher saya ditodong pakai pisau. Kepala saya juga dibenturkan ke tembok,” ungkapnya.

Korban FR mengetahui ada keributan, keluar dari ruangan penyimpanan barang. Dua pelaku kemudian melompati meja. FR pun menerima perlakuan yang sama. Kemudian, dua pelaku masuk ke ruang berisi brankas dan menggeledah isi ruangan. "Dua pelaku terus mengambil laptop dan 2 ponsel," ujar korban FR.

Setelah itu dua pelaku kabur. Ternyata di luar toko sudah ada mobil minibus warna silver yang sudah siap dinaiki dua pelaku untuk melarikan diri ke arah Jalan Tambaksari. AS sempat berteriak, ketika kedua pelaku keluar dan menuju mobil.

Saat itu yang sempat berlari mengejar dan meneriaki pelaku. Namun tidak banyak warga yang tanggap. Kasus tersebut akhir dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved