Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jatim

Saat Kabut Pekat Gunung Semeru Lontarkan Awan Panas, Lihat Daftar Wilayah Zona Merah

Pos Pantau Gunungapi Semeru mencatat, peristiwa erupsi tersebut terekam dalam seismograf dengan amplitudo 37 milimeter berdurasi 27 menit.

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
jewishjournal.com
ilustrasi berita Saat Kabut Pekat Gunung Semeru Lontarkan Awan Panas, Lihat Daftar Wilayah Zona Merah 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG- Gunung Semeru terpantau mengeluarkan awan panas, Kamis (28/3/2024).

Pos Pantau Gunungapi Semeru mencatat, peristiwa erupsi tersebut terekam dalam seismograf dengan amplitudo 37 milimeter berdurasi 27 menit.

Petugas Lapang Pos Pantau Gunungapi Semeru Ghufron Alwi melaporkan jika jarak luncur awan panas dan tinggi kolom tidak teramati lantaran tertutup kabut pekat. Saat erupsi yang terjadi sekira pukul 15:18 WIB, cuaca di pegunungan Semeru terpantau sedang turun hujan cukup lebat.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Jarak luncur tidak teramati lantaran kabut," ujar Ghufron ketika dikonfirmasi.

Ghufron meminta kepada masyarakat terus mematuhi rekomendasi keselamatan yang disarankan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Patria Hastiadi mengkonfirmasi nihilnya dampak dari peristiwa erupsi awan panas yang terjadi kemarin. Jarak luncur tidak teramati lantaran saat itu area lereng Gunung Semeru diguyur hujan deras.

Kendati demikian, Patria mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap segala potensi bencana di Gunung Semeru. Ini mengingat status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada level III Siaga.

Untuk itu Patria memberikan rekomendasi dengan tidak beraktivitas di area radius 17 kilometer dari puncak Gunung Api Semeru yang merupakan zona merah.

"Terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," jelasnya.

Selain potensi bencana erupsi, adanya lahar dingin bisa jadi kapan saja mengingat musim hujan masih berlangsung.

Patria berpesan kepada penambang pasir agar mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan peringatan dini dari BPBD Kabupaten Lumajang.

"Apabila sistem peringatan sudah berbunyi agar segera meninggalkan aliran sungai," tandasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved