Kamis, 9 April 2026

Berita Gresik

Kader PMII Meninggal Dunia Insiden Perahu Terbalik di Wisata Gili Noko Bawean Gresik

Seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), meninggal dunia insiden perahu terbalik di Wisata Gili Noko, Pulau Bawean, Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Suasana di RS Umar Mas'ud Pulau Bawean Gresik, para korban selamat masih menjalani perawatan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham


TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), meninggal dunia insiden perahu terbalik di Wisata Gili Noko, Pulau Bawean, Gresik.

Beberapa temannya dalam kondisi selamat, Senin (29/4/2024).

Korban diketahui bernama Adam Surya Pratama, selaku Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti, Gresik.


Kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Perahu nelayan yang membawa wisatawan yang tergabung dalam PMII dilaporkan terbalik saat hendak bersandar di pelabuhan Pamona, Desa setempat.

Akibat dari kecelakaan tersebut, satu kader PMII Gresik, yang merupakan wisatawan gugur dalam insiden tersebut.

Salah satu saksi, Viki Wahyu Giananda, yang juga turut mengalami insiden tersebut, menuturkan peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Perahu kecil atau biasa disebut kalotok oleh warga Pulau Bawean membawa 14 penumpang termasuk nahkoda.

Perahu, kata Vikri, berjalan dari wisata Gili Noko ke Bawean, saat hendak berlabuh ke pelabuhan atau sekitar 200 meter dari Pulau Bawean.

"Seingat saya, tiba-tiba perahu terbalik akibat gelombang,” ujarnya.

Perahu yang ditumpangi para kader PMII ini ternyata tidak dilengkapi pelampung. Sehingga saat posisi perahu terbalik semua saling menyelamatkan diri masing-masing. Empat orang dilarikan ke RSUD Umar Mas'ud, sedangkan delapan penumpang lainnya selamat.

“Dari empat pasien tersebut, satu diantaranya meninggal. Tiga korban lainnya, dua laki-laki dan satu perempuan. Korban yang meninggal sebenarnya bisa berenang, tapi kemungkinan diduga kebanyakan kemasukan air dan solar. Sehingga korban meninggal dunia," paparnya.

Perahu yang membawa wisatawan itu mengalami over load. Lantaran saat keberangkatan ke wisata Gili Noko, perahu tersebut membawa sekitar tujuh penumpang.

“Berangkat ke wisata Gili Noko dua kali keberangkatan, tapi pulangnya langsung satu kali. Kemungkinan ini yang menjadi penyebab perahu terbalik,” tambahnya.

Anggota Satpolairud Bawean Bripka Idris membenarkan peristiwa nahas tersebut.

“Informasinya korban meninggal saat perjalanan, ini kami masih juga melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Karena ada yang menyebut perahu mengalami kandas dan ada yang menyebut perahu terbalik,” ujarnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved