Selasa, 19 Mei 2026

Berita Surabaya

Diskotek Ibiza Surabaya Digrebek, Seketika Tes Urine, Hasilnya Tak Terduga

Upaya Polrestabes Surabaya memberantas dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan cara Satresnarkoba menggelar razia di tempat-tempat

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Kondisi tempat hiburan Ibiza Surabaya setelah dirazia. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Upaya Polrestabes Surabaya memberantas dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan cara Satresnarkoba menggelar razia di tempat-tempat hiburan malam secara acak.

Minggu dini hari (5/5/2004), Diskotek Ibiza di Ruko Andika Plaza, Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, disasar operasi.

Kabarnya saat itu pengunjung dan pegawai tempat hiburan malam tersebut diminta polisi menjalani tes urine di tempat.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi menjelaskan, dari kegiatan tes urine dadakan itu ada 7 orang yang diamankan. Rinciannya, empat di antaranya perempuan, sedangkan tiga orang lainnya adalah laki-laki.

Kabarnya, mereka diamankan karena urinenya terdeteksi mengandung zat amfetamin, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih insentif lagi oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Masih dalam pemeriksaan," ujar Haryoko.

Pak Mad, salah seorang juru parkir Ruko Andika Plaza menceritakan kejadian penggrebekan itu berlangsung sekira pukul 2.00 WIB. Menurutnya, itu adalah operasi gabungan karena jumlah polisi yang menyasar ke lokasi ada puluhan. Polisi saling berbagi tugas. Ada yang masuk melakukan razia, ada juga yang mengepung tiga akses masuk keluar tempat hiburan yang tak jauh dari Gedung Grahadi itu.

"Kalau kata anak-anak yang nongkrong di warung dekat lokasi sekitar, ada banyak yang diamankan polisi. Satu perempuan LC (Ladies Campanion), nah yang banyak diamankan itu tamu-tamu," terangnya.

Razia berlangsung kurang lebih selama satu jam. Kira-kira pukul 3.00 selesai. Polisi langsung meninggal lokasi. Setelah polisi pergi, tempat wisata malam itu kembali beroperasi.

"Sampai pukul setengah lima suara musik masih terdengar," ungkapnya.

Manajemen Diskotek Ibiza, Wahyu Tri Hartanto tak menampik tentang razia tersebut. Ia mengaku pada hari itu sedang berada di Bali. Dia mengetahui adanya penggerebekan setelah mendapat kabar dari rekan kerjanya.

"Aku lagi repot Ibiza malah digoyang," ucapnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved