Berita Terkini Surabaya

Kakak Beradik di Surabaya Bernasib Nahas saat Kejar Jambret di Jalan Parang Kusumo: Kepala Bocor

Aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan kembali terjadi di Kota Surabaya. Terbaru, ada 3 orang mengalami kecelakaan saat berusaha mengejar jambret

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Taufiq Rochman
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi jambret di Kota Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Aksi kejahatan jalanan, seperti penjambretan kembali terjadi di Kota Surabaya.

Terbaru, ada tiga orang mengalami kecelakaan saat berusaha mengejar jambret.

Tiga korban itu adalah satu keluarga.

Dua di antaranya perempuan, yakni Sifa (15) dan Misya (14).

Satunya lagi, Djibril (8), adik dari dua remaja tersebut.

Sifa mengalami luka bocor di bagian kepala.

Wajahnya pun mengalami banyak luka lecet.

Sedangkan dua saudaranya mengalami luka lecet di muka dan tangan.

Peristiwa tersebut terjadi 25 Juni sekira pukul 21.00 WIB.

Kejadian tepat di jalan simpang tiga persis jalan gundukan depan Masjid Ar-Raudah.

Tiga korban ketika mengalami insiden itu sempat terseret sekitar 5 meter hingga menabrak becak yang sedang parkir di pinggir jalan raya.

Abdul Bahri (42), salah seorang warga setempat mengaku sempat menolong para korban.

Ia malam itu sedang mengobrol bersama tetanggannya di masjid, tiba-tiba dikagetkan suara tabrakan.

Saat keluar dari masjid, ia melihat tiga korban, sepeda motor, maupun becak sudah terguling di jalan.

"Korban pas ditolong ini cerita sebelum jatuh itu ngejar jambret. Handphonenya dirampas," ujarnya.

Abdul menceritakan tiga korban yang merupakan warga Gresikan pergi membeli makanan.

Ketika arah pulang, tepatnya sekitaran Kantor DPRD Jatim dipepet oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.

Penumpang sepeda motor tersebut lantas merampas handphone korban.

Korban berusaha mengejar.

Namun, sesampai di Jalan Parang Kusumo, Sifa yang saat itu menjadi pengemudi tidak dapat menguasai kendaraanya karena kontur jalan ada gundukan.

Kendaraannya oleng, sedangkan dua pelaku kabur ke arah Jalan Indrapura.

"Sebenarnya sebelum korban jatuh ada warga yang dengar orang teriak-teriak."

"Tapi gak bilang maling-maling atau jambret."

"Dikira anak kecil-kecil lagi berantem biasa, gak tahunya kalau mereka dijambret," ujarnya.

Tak terelakkan, para korban yang masih tergolong anak-anak itu saat menceritakan kronologi kejadian menangis.

Terutama korban atas nama Sifa kepalanya harus dibalut perban.

Akhirnya tiga korban dievakuasi PMI Surabaya ke Rumah Sakit Soewandhie.

Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi.

Warga sebenarnya berusaha mencari tahu identitas pelaku, namun sayangnya CCTV kampung yang menyorot jalan ternyata dalam kondisi rusak.

Ikuti berita seputar Surabaya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved