Berita Pamekasan
Peresmian Pasar Kolpajung Pamekasan Dijadwalkan Minggu Depan
Pembangunan Pasar Kolpajung, di Jalan Ronggosukowati, Pamekasan kini sudah selesai.
Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Januar
Laporan wartawan TribunMadura.com, Muchsin Rasjid
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Pembangunan Pasar Kolpajung, di Jalan Ronggosukowati, Pamekasan kini sudah selesai.
Beberapa pedagang yang sebelumnya berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) di lapangan Kowel, sebagian besar sudah pindah ke pasar induk terbesar di Madura ini.
Namun karena Pasar Kolpajung ini merupakan proyek strategis nasional (PSN), maka untuk peresmiannya akan dilakukan Presiden Joko Widodo, bersama tiga pasar lainnya di luar Jawa, antara minggu ke dua dan minggu ke tiga pada Agustus 2024. Ini berdasarkan rilis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Basri Yulianto, Minggu (4/8/2024) mengatakan, sebanyak 1.213 pedagang yang akan menempati pasar ini sudah diundi di kantor disperindag. Dan nanti, pada saat presiden meresmikan, aktivitas pedagang di pasar tetap berjalan seperti biasa.
“Sekarang ini sudah tahap relokasi pedagang, dari tempat penampungan sementara, ke Pasar Kolpajung. Jika sejak beberapa hari belakangan ini sudah banyak pedagang yang menempati Pasar Kolpajung itu wajar. Sebab kios di tempat penampungan sementara di lapangan Kowel sudah mulai dibongkar,” kata Basri, kepada SURYA.
Menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, untuk mencegah dan menghindari terjadinya pemindahtangankan atau diperjualbelikan kepada orang lain, maka data pedagang dicatat berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) lewat aplikasi Teknologi Elektronik Retribusi Pasar Rakyat (TERAS). Dan setiap pedagang diberi buku berisi identitas pemegang hak pakai pasar, foto pedagang dan jenis barang yang dijual.
Dikatakan, untuk kenyamanan pengunjung maupun pedagang, di dalam pasar dilakukan penataan dan pembagian zone antara los kering dan los basah yang letaknya terpisah. Karena pedagang yang akan berjualan di sana terdiri jenis konveksi, makan dan minuman, pedagang meracang, mesin giling daging, giling kelapa, pedagang ikan PKL dan lain-lain. Jam pasar buka setiap harinya, mulai pukul 06.00 hingga pukul 21.00.
Diungkapkan, kewajiban pedagang, membayar retribusi, rekening listrik sesuai dengan jumlah pemakaian. Sedang untuk air khusus pedagang basah yang terletak di belakang, tidak dikenakan biaya. Jam pasar buka setiap harinya, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Dijelaskan, pembangunan Pasar Kolpajung, yang menelan dana sekitar Rp 89 miliar ini, masing-masing kios ukurannya ada yang 2x3 meter dan 3x3 meter. Selain itu, dilengkapi fasilitas, yakni berupa pelayanan publik. Seperti, pos kesehatan, ruang laktasi, ruang pertemuan, ruang kepala pasar. musala di luar, ruang satgas pasar (melibatkan unsur TNI Polri, dinkes dan dinas terkait).
Selain itu, kata Basri, di setiap sudut, baik di dalam bangunan pasar atau di luar bangunan dilengkapi dengan kamera pengawas closed-circuit television (CCTV). Kemudian pengolahan sampah dan pengolahan limbah pasar, tolilet. Tempat parkir yang luas di sebelah selatan khusus sepeda motor dan di belakang sebelah utara parkir mobil.
“Agar tidak terjadi benturan karena adanya penumpukan sesama pengunjung, maka dibuatkan satu pintu masuk di depan pasar dan dua pintu ke luar,” papar Basri.
Disinggung adanya informasi jika kios diperjual belikan, Basri mengaku sampai saat ini belum mendapatkan informasi. Basri meminta bila ada info seperti itu silakan disampaikan padanya, siapa yang membeli dan siapa yang menjual kiosnya.
Seperti diberitakan, anggaran pembangunan Pasar Kolpajung Baru, dana yang dipersiapkan berdasarkan harga perkiraan sendiri (HPS) berkisar Rp 102 miliar. Mulai dari anggaran hingga proses lelang pembangunan Pasar Kolpajung Baru ini, semuanya dilakukan Kementerian PUPR. Sedang Pemkab Pamekasan, hanya diminta menyiapkan lahan untuk TPS pedagang.
Pasar Kolpajung ini mulai dibangun pada Rabu (31/5/2023). Peletakan batu pertama dilakukan Kepala Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Jawa Timur Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Mohammad Reva Sastrodiningrat, mewakili Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Essy Asiah.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Rekaman CCTV Ungkap Aksi Pencurian Toko Emas di Pamekasan, Dua Pelaku Ditangkap di NTB |
|
|---|
| Viral Postingan Crazy Rich Madura Haji Her Meninggal, Polisi Pastikan Hoaks |
|
|---|
| Sejarah Universitas Islam Madura Pamekasan, Dari Dua Fakultas hingga Miliki Banyak Program Studi |
|
|---|
| KPM Bansos Pangan di Madura Naik 75 Persen, Bulog Kebut Distribusi 14 Ribu Ton Beras |
|
|---|
| Jejak Majapahit di Pamekasan, Vihara Avalokitesvara Jadi Simbol Lintas Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Pasar-Kolpajung-di-Jalan-Ronggosukowati-Pamekasan-yang-sudah-selesai-dibangun.jpg)