Berita Surabaya
Rumah Mewah Dharmahusada Surabaya Dikabarkan Dibobol, Emas Senilai Rp1 Miliar Raib
Polsek Gubeng tengah menyelidiki kasus pembobolan rumah mewah di Dharmahusada Indah Barat III No 184/6
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polsek Gubeng tengah menyelidiki kasus pembobolan rumah mewah di Dharmahusada Indah Barat III No 184/6 yang dilaporkan pada Senin, 30 September.
Tim penyidik dari Polsek, termasuk Inafis dari Polrestabes Surabaya, bergerak ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti. Mereka meninggalkan lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun, yang mengejutkan, polisi tidak memasang police line pada pagar atau pintu rumah. Rumah yang kurang lebih luasannya lebih besar daripada lapangan futsal itu, pemiliknya menolak ketika ditanya-tanya awak media. Padahal, berdasarkan informasi dari sejumlah satpam, korban mengaku kehilangan perhiasan senilai Rp1 miliar.
Eddy adalah satpam pertama yang mendengar kabar kemalingan. Sekitar pukul 15.00, saat baru mulai kerja shift II, korban datang dalam keadaan panik ke posnya. Korban baru pulang dari Probolinggo kaget mendapati gembok pagar hilang dan pintu rumah terbuka.
"Tak tanya apa saja yang hilang belum tahu. Saya sarankan lapor polisi saja, cuma dengar-dengar ngaku ke polisi kehilangan emas-emasan," katanya.
Purwanto, satpam lainnya, juga membenarkan kabar yang beredar korban kehilangan emas senilai Rp1 miliar. Barang perhiasan diduga didapat pelaku setelah mengobrak-abrik salah satu kamar. Informasi itu menyebar setelah ada salah seorang temannya ikut nimbrung ketika polisi mengumpulkan keterangan dari para penghuni rumah.
Hanya saja, menurutnya di kalangan satpam kurang begitu yakin dengan nilai kerugian tersebut. "Ya masa rumah ada perhiasan banyak tapi sama sekali blass gak ada CCTV, rumah besar kan minimal ada CCTV terpasang di teras," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, rumah itu berada di kawasan lingkungan dijaga ketat satpam. Setiap hari kawasan hunian mewah tersebut dijaga 24 jam. Akses masuk dan keluar menerapkan one gate system.
Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto ketika dikonfirmasi mengaku sedang melakukan penyelidikan. "Kalau pengakuan penghuni rumah ditinggal dalam keadaan kosong. Waktu pulang pintu sudah kondisi kebuka," ujarnya.
Hanya saja, kapolsek enggan memberikan keterangan lebih banyak. Soal soal police line tidak terpasang itu karena tim Inafis sudah datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
*Pelaku Sudah Terlacak*
Unit Reskrim langsung mengusut kasus pembobolan Dharmahusada Indah Barat III No 184/6. Ada informasi, pelaku diduga berjumlah dua orang. Identitas para pelaku sudah terlacak. Sedangkan soal kerugian yang dihembuskan emas senilai Rp1 miliar diperkirakan polisi tidak sebesar itu.
Sumber dari kepolisian, para pelaku adalah warga Surabaya. Saat beraksi mereka keliling mencari target incaran dengan boncengan naik sepeda motor. Mereka sekitar satu bulan yang lalu sempat akan melakukan aksi pembobolan di wilayah Ngagel. Namun, urung dilakukan karena saat di depan rumah kepergok satpam.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Arisan Bodong Penyanyi Dangdut Surabaya Rugikan 84 Orang, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar |
|
|---|
| Komplotan Maling Motor Asal Bangkalan Diciduk Polisi, Beraksi Lintas Wilayah hingga Bawa Airsoft Gun |
|
|---|
| 5 Fakta Menarik Surabaya North Quay, Wisata Bahari Modern di Tanjung Perak |
|
|---|
| Desas-desus Motif Pemicu Kakek 4 Cucu di Surabaya Dikeroyok dan Ditusuk hingga Tewas |
|
|---|
| Awal Mula Terbongkarnya Praktik Joki UTBK 2026 di Unesa, Modus yang Digunakan Terungkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Dua-penghuni-rumah-menolak-memberikan-keterangan-ketika-ditanya-soal-kerugian.jpg)