Selasa, 19 Mei 2026

Berita Surabaya

Dindik Jatim Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di 18 Sekolah di Jawa Timur, Dapur Jadi Kendala

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diterapkan di 18 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur sejak 6 Januari 2025

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Januar
TribunMadura/ Sulvi Sofiana
Kadindik Jatim saat melihat MBG di SMAN 10 Surabaya, Senin (13/1/2025). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diterapkan di 18 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur sejak 6 Januari 2025. Program ini mencakup sekolah di Pacitan, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Bojonegoro.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa program MBG harus terus dievaluasi agar bisa berkembang dan diterapkan secara luas. 

"Kami ingin program ini benar-benar masif dan memberikan hasil optimal. Evaluasi dari laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sangat penting," ujar Aries saat meninjau pelaksanaan program di SMAN 10 Surabaya dan SMK PGRI 1 Surabaya, Senin (13/1/2025).

Evaluasi Pelaksanaan Program
Aries menjelaskan, evaluasi melibatkan data siswa yang mengalami alergi makanan atau membutuhkan gizi tambahan. Faktor ini menjadi alasan mengapa program belum dapat dijalankan serentak di semua sekolah. 

Selain itu, menu yang disajikan terdiri dari nasi, sayur, daging atau ayam, buah, dan susu dianggap sudah memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Selain itu, Aries menyoroti kendala fasilitas dapur sebagai syarat utama pelaksanaan program. Di Kota Batu, misalnya, 11 dapur yang dibutuhkan belum tersedia, sehingga program MBG belum dapat berjalan. 

"Kota Batu belum siap karena fasilitas dapurnya belum terbentuk sama sekali," jelas Aries.

Sementara untuk siswa SLB, mengingat beberapa siswa memiliki kebutuhan khusus, seperti diet tertentu atau menu yang tidak sesuai. Aries menyebutkan bahwa nantinya program untuk SLB akan disesuaikan melalui komite sekolah dengan melibatkan wali murid, yang lebih memahami kebutuhan gizi anak mereka.

"Jika hasil evaluasi menunjukkan banyak kendala, kami akan memperbaiki sistemnya agar program tetap berjalan dengan baik," tutup Aries.

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Surabaya, Teguh Santoso mengatakan sekolah ditunjuk sebagai pelaksana dalam program MBG. Persiapan pendataan pun telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 1.166 siswa sekolahnya masuk dalam sasaran program MBG. 

Teguh juga menilai menu MBG cukup variatif dan diminati siswa. Ada chicken teriyaki. 

"Soal kandungan gizi kita sudah koordinasi dengan badan gizi nasional (BGN), untuk pemunuhan gizi protein mineral dan serat. Sedangkan untuk data alergi, ada beberapa anak yang terdata alergi telur, susu dan ayam. Ini sudah kami kirim ke BGN," pungkasnya. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved