Sabtu, 25 April 2026

Berita Sampang

Guru BK di Sampang Polisikan Wali Murid, Diduga Cemarkan Nama Baik dan Pelecehan

Dwi Eni Purwanti, perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai PNS guru Bimbingan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Camplong

|
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Januar
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Camplong, Kabupaten Sampang, Madura Dwi Eni Purwanti (kanan) bersama Kepala Sekolah Indrawati (kanan) saat berada di Dinas Pendidikan Sampang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dwi Eni Purwanti, perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai PNS guru Bimbingan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Camplong, Kabupaten Sampang, Madura mendatangi kantor Polres setempat.

Hal itu terpaksa dilakukan untuk melayangkan laporan atas dugaan pencemaran nama baik, bahkan belakangan hari ini dia mendapatkan ancaman sekaligus pelecehan.

"Pelapor merupakan seorang pria berinisial B asal Kacamatan Camplong, Sampang yang mengaku sebagai salah satu wali murid di SMP Negeri 1 Camplong," kata Dwi Eni Purwanti, Selasa (14/1/2025).

Menurutnya, dirinya dituduh melakukan dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) berupa memaksa siswa untuk membeli dan membawa ikan ke sekolah.

Bahkan, tuduhan tersebut telah beredar luas melalui media online. Padahal tindakan Pungli itu tidak pernah terjadi.

"Sejak diangkat menjadi guru di lembaga sekolah setempat pada 2009 hingga saat ini tidak pernah melakukan tindakan seperti apa yang telah dituduhkan," ujarnya.

Selain itu, pada 10 Januari 2025, Dwi Eni memperoleh pesan WA dari terlapor. Adapun pesan itu terlapor tidak ingin menemui Dwi Eni karena dianggap memiliki karakter premanisme.

"Kemudan pelapor juga menyebut saya Tukang Palak dan juga mengeluarkan kalimat 'Jangan jadi tukang palak ibu ngemot palak (alat vital laki-laki) baja ya saya bayar ibu sayang'," tutur Dwi Eni saat menirukan pesan dari terlapor.

Janda berusia 46 tahun tersebut sangat berharap terhadap Polres Sampang agar segera memproses laporan yang dilayangkannya sebab, dirinya sangat khawatir atas perilaku terlapor kepada dirinya.

Semnetara, Kasi Humas Polres Sampang Ipda Andi Amin masih belum memberikan respon saat dikonfirmasi melalui handphone selulernya. Sehingga, upaya konfirmasi terus dilakukan.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved