Sabtu, 25 April 2026

Berita Sumenep

Pemuda Muhammadiyah Sumenep Dorong Perda Sehari Berbahasa Madura di Setiap Pelayanan Publik

Sebagai upaya untuk melestarikan bahasa Madura, Pemuda Muhammadiyah Sumenep mendorong terbitnya

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Istimewa/ Moh Andiansya
PERDA BAHASA MADURA-Pemuda Muhammadiyah Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kota Malang dari tanggal 7 - 9 Februari 2025 dan merekomendasikan Perda tentang sehari dalam seminggu menggunakan bahasa Madura disetiap pelayanan publik. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sebagai upaya untuk melestarikan bahasa Madura, Pemuda Muhammadiyah Sumenep mendorong terbitnya Perda tentang sehari dalam seminggu menggunakan bahasa Madura disetiap pelayanan publik.

Hal itu salah satu program yang dihasilkan dalam rapat kerja daerah yang digelar di kota Malang (pusdiklat UMM) mulai dari tanggal 7-9 Februari 2025.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumenep Moh. Andriansyah menyampaikan, bahwa raker tersebut membahas rencana program kerja selama satu periode mendatang.

Sejumlah program sudah dipaparkan oleh masing-masing bidang, mulai dari bidang dakwah, organisasi, pengkaderan, kominfo, hingga Bidang Hikmah, hubungan antarlembaga dan seni kebudayaan.

"Salah satu poin yang sangat menarik dalam paparan program tersebut kami mendorong terbitnya Perda tentang sehari dalam seminggu menggunakan bahasa Madura disetiap pelayanan publik yang ada di kabupaten Sumenep," terang Moh. Andriansyah pada Kamis (9/2/2025).

Menurutnya, saat ini bahasa Madura sudah mulai terkikis oleh zaman dan sangat perlu untuk dilestarikan. Anak-anak muda lanjutnya, mulai meninggalkan bahasa Madura beralih menggunakan bahasa Indonesia.

"Kami akan terus berupaya mengadvokasi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar segera terbitnya perda tersebut," tuturnya.

Menurutnya, sebagaimana rekomendasi Musyda terakhir Pemuda Muhammadiyah perlu mempertegas langkahnya sebagai gerakan pemuda Islam yang mampu membawa pencerahan  peradaban.

Salah satunya melalui aktivitas-aktivitas  sosial keagamaan dan seni kebudayaan yang berorientasi pada terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

"Termasuk pelestarian bahasa Madura yang harus kita jaga bersama," terangnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved