Senin, 20 April 2026

Aturan Tendangan Penalti Diusulkan Tak Ada Rebound, Hanya Satu Tembakan

Setelah penggunaan Video Asisten Referee (VAR) yang mendunia, kini muncul usulan baru tentang tendangan penalti dalam pertandingan.

Editor: Taufiq Rochman
PSSI
USULAN TENDANGAN PENALTI - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berhasil menepis tendangan penalti pemain Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, dalam pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (5/9/2024). kini muncul usulan baru tentang tendangan penalti dalam pertandingan. Usulan tersebut muncul dari Wasit legendaris asal Italia, Pierluigi Collina. 

TRIBUNMADURA.COM - Perkembangan dunia sepak bola terus berjalan seiring waktu.

Setelah penggunaan Video Asisten Referee (VAR) yang mendunia, kini muncul usulan baru tentang tendangan penalti dalam pertandingan.

Wacana tersebut diusulkan Wasit legendaris asal Italia, Pierluigi Collina.

Menurut Collina, aturan tendangan penalti dalam sepak bola saat ini terlalu menguntungkan eksekutor dan menyudutkan kiper.

Pria beralias Kojak itu kemudian mengapungkan sebuah wacana untuk menerapkan aturan anyar dalam situasi penalti.

Ia ingin para eksekutor penalti tak lagi diperbolehkan menyongsong bola muntah hasil tembakan mereka.

“Saya yakin ada kesenjangan yang terlalu besar antara peluang yang tersedia bagi penyerang dan penjaga gawang,” kata Collina dikutip Football Italia dari La Repubblica.

Ketika bola sepakan dari titik 12 pas bisa dimentahkan kiper atau menghantam tiang, maka penalti itu dinyatakan gagal.

Collina menghendaki aturan mainnya persis seperti ketika babak adu penalti usai extra time.

“Rata-rata, 75 persen dari tendangan penalti berhasil menjadi gol, dan sering kali, tendangan penalti memiliki peluang yang lebih besar daripada tendangan yang diakibatkan oleh pelanggaran."

“Selain itu, penyerang juga diberi kesempatan untuk menyongsong bola muntah dari penjaga gawang. Menurut saya, para penjaga gawang seharusnya mengeluh," tutur wasit kelahiran Bologna itu.

Collina sudah mengangkat usulannya ini kepada badan yang mengatur regulasi sepak bola, IFAB (International Football Association Board).

“Saya sudah menyebutkan hal ini dalam diskusi yang kami lakukan di IFAB,” tutur Collina yang pernah menjadi wasit final Piala Dunia 2002.

“Salah satu solusinya adalah aturan 'satu tembakan'. Sama seperti dalam adu penalti setelah perpanjangan waktu.,"

“Tidak ada rebound. Entah Anda mencetak gol atau permainan dilanjutkan dengan tendangan gawang, titik."

"Ini juga akan menghilangkan tontonan yang kita lihat sebelum tendangan penalti dilakukan, dengan semua orang berkerumun di sekitar area penalti.

"Itu terlihat seperti kuda-kuda di gerbang awal sebelum Palio di Siena,” tutur Collina menyinggung ajang pacuan kuda kenamaan di Kota Siena.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved