Kamis, 21 Mei 2026

Berita Malang

Mahasiswa Bakar Foto Prabowo dan Gibran di Kota Malang, Suasana Memanas

Mahasiswa membakar foto Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang dipasang

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Benni Indo
BAKAR FOTO PRESIDEN-Massa unjuk rasa yang berlatar belakang mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang membakar foto Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menggelar aksi di DPRD Kota Malang, Selasa (18/2/2025). Mereka menuntut agar pemerintah mencabut kebijakan efisiensi yang dinilai tidak tepat sasaran. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG- Mahasiswa membakar foto Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang dipasang di pagar DPRD Kota Malang, Selasa (18/2/2025). Mahasiswa membawa foto Prabowo dan Gibran dalam ukuran besar. 

Foto itu bergambar pose resmi presiden dan wakil presiden. Namun, pada mata kedua pejabat tinggi itu ada tulisan 'efisienshit'. Pun tanda silang warna merah pada bibir keduanya. Mahasiswa memasang gambar itu di pagar masuk DPRD Kota Malang.

Sebelum membakar foto yang berkuruan cukup lebar itu, mahasiswa terlebih dahulu membakar ban di depan pintu pagar. Petugas kepolisian tidak memberikan reaksi terhadap aksi pembakaran ban tersebut. Pun saat foto presiden dan wakilnya dibakar, polisi tidak bereaksi.

Massa lalu mendesak masuk ke dalam ruangan DPRD Kota Malang. Mereka membuka pagar dan menerikan revolusi saat berjalan menuju pintu masuk. 

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita sudah menunggu massa di pintu. Ada sejumlah anggota dewan lainnya yang berdiri di belakang Amithya.

Rembo, salah satu orator mendesak agar anggota legislatif mengambil tindakan menolak kebijakan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah. Ia juga mempertanyakan mengapa anggota legislatif terkesan diam saja melihat kondisi masyarakat sedang sulit.

"Mengapa diam saja?" teriaknya.

Amithya mencoba memberikan penjelasan mengenai sikap DPRD Kota Malang. Namun upaya tersebut gagal. Teriakan kepada Amithya membuatnya tidak bisa memberikan penjelasan dengan baik. Bahkan Amithya dialihkan ke belakang karena kondisi memanas.

Massa mendesak masuk ke dalam ruangan, namun petugas menghalau. Massa yang tidak bisa masuk ruangan melempar sejumlah barang ke arah petugas yang berjaga di pintu masuk.

Ada besi tutup sampah, botol kaca, bongkahan batu bata putih, serta botol air mineral yang dilemparkan ke arah petugas. Hingga pukul 15.00, petugas masih berjaga-jaga di pintu masuk gedung DPRD Kota Malang

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved