Berita Terkini Arema

FIX, Arema FC Bisa Berkandang di Stadion Kanjuruhan, 3 Syarat Ini harus Segera Diselesaikan

Mimpi Arema FC pulang ke Stadion Kanjuruhan Malang tampaknya tinggal menunggu waktu.

Tribun Jatim Network/Lu'lu'ul Isnainiyah
Stadion Kanjuruhan tampak depan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Mimpi Arema FC pulang ke Stadion Kanjuruhan Malang tampaknya tinggal menunggu waktu.

Setidaknya ada beberapa faktor lagi yang harus dipenuhi Arema FC, maupun pihak-pihak lainnya yang terlibat langsung dalam pertandingan.

Meskipun risk assessment telah dilakukan dan Stadion Kanjuruhan Malang mendapatkan poin 7,1, hal itu tidak membuat Arema FC langsung bisa memakai Stadion Kanjuruhan untuk bertanding.

Beberapa persyaratan lain harus dipenuhi terlebih dahulu.

Seperti dari Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan, kepolisian yang bagian dari keamanan, serta dari Pemerintah Kabupaten Malang selaku pemilik Stadion Kanjuruhan.

Lantas, kapan Arema FC bisa kembali bermain di Stadion Kanjuruhan?

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan, kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan hanya menunggu simulasi keamanan saja.

Simulasi keamanan ini diperlukan, setelah berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pertandingan telah menyepakati kesepakatan bersama.

Selain itu, hasil risk assessment Mabes Polri dan verifikasi PT LIB juga menekankan pentingnya simulasi pengamanan dan penandatanganan MOU dengan Pemkab Malang sebelum stadion bisa digunakan.

Sebab, Stadion Kanjuruhan ini sudah lama tidak digunakan pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 silam.

"Perlu di akui setelah Kanjuruhan direnovasi kalau ditarik mundur stadion ini gak pernah di pakai,"

"Lalu banyak perpindahan dari stakeholder yang terlibat di pertandingan dalam beberapa tahun ini,"

"Semisal Kapolres Malang yang ganti, lalu dari kedinasan juga, makannya stakeholder bersepakat untuk perlunya melakukan simulasi ini," kata Inal sapaan akrabnya kepada Surya, Minggu (20/4/2025).

Belum dilakukannya simulasi ini membuat laga Arema FC menghadapi Madura United dan Persebaya Surabaya harus pindah venue ke Bali.

Sesuai dari surat PT LIB, laga Arema FC Vs Madura United seharusnya digelar di Stadion Soepriadi Blitar.

Tapi, juga tidak menutup kemungkinan pula digelar di Stadion Kanjuruhan Malang.

Namun, pihak Arema FC tidak mau beresiko untuk langsung menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Mereka memahami kalau pertandingan tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi lantaran menghadapi sesama tim yang berasal dari Jawa Timur.

"Dalam setiap pertandingan itu ada yang resikonya rendah, sedang dan tinggi,"

"Kami perlu melihat itu,"

"Makannya kami stakeholder ini memerlukan adaptasi dan penyesuaian sebelum Arema FC benar-benar kembali ke Stadion Kanjuruhan," ungkapnya.

Pihak Arema FC pun telah merinci tiga poin yang harus segera dilakukan dalam waktu dekat ini.

Pertama ialah perlunya digelar simulasi pengamanan sesuai Perpol No. 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Pertandingan Olahraga.  

Kedua, perlu dilakukan koordinasi dengan instansi terkait utamanya dengan Tim Medis, Damkar, dan dinas lainnya untuk menyiapkan sarana prasarana pendukung.  

Dan ketiga, perlu assessment pelaksanaan pertandingan guna memastikan kesiapan personel dan infrastruktur.  

"Kami siap memenuhi rekomendasi pihak kepolisian sesuai lingkup kebutuhan dan kewenangan klub, termasuk menjalankan SOP pengamanan yang ketat,"

"Ini penting untuk keamanan kenyamanan penonton dan kelancaran laga," tandasnya.

(tribunmadura.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved