Kamis, 28 Mei 2026

Berita Terkini Ponorogo

Pesta Miras Oplosan Renggut Nyawa Pemuda Ponorogo

Pemuda berinisial BS (22) warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim menemui ajal setelah pesta miras oplosan.

Tayang:
Polres Ponorogo
OLAH TKP - Polisi melakukan olah tkp pesta miras berujung petaka di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Pemuda difabel berinisial BS (22) warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim tewas setelah menenggak minuman keras (miras) bersama teman-temannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Pemuda berinisial BS (22) warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim menemui ajal setelah pesta miras oplosan.

Mulanya, pemuda difabel itu diketahui ngopi bareng bersama teman-temannya.

Kemudian mereka pesta miras di sebuah pos kamling yang berlokasi di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Nahas, setelah mabuk-mabukan korban meregang nyawa.

Kendati begitu, polisi belum memastikan penyebab kematian korban.

“Tapi penyebab pastinya apa belum diketahui karena masih dilakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Senin (21/4/2025).

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto menjelaskan kejadian berujung petaka itu terjadi pada Sabtu (19/4/2025) malam lalu.

Saat itu, kata dia, korban bersama 3 orang temannya ngopi.

Kemudian sepakat membeli miras jenis arak jowo (Arjo) dan diminum bersama-sama.

“Mereka minum miras arjo mulai pukul 20.00 wib sampai 22.00 wib. Miras yang diminum itu miras campuran atau oplosan. Arjo dicampur minuman energi,” katanya.

Namun setelah pesta miras kurang lebih selama 2 jam itu, korban itu mual kemudian pingsan.

Lalu dibawa ke Puskesmas Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

“3 orang saksi merasa khwatir hingga korban dibawa ke Puskesmas. Lalu menghubungi keluarga korban,” papar mantan Kasatreskrim Polres Magetan ini.

Untuk penyebab kematian korban itu apa, AKP Rudy belum bisa memastikan.

Lantaran keluarga juga keberatan untuk melakukan autopsi.

“Penyebab pastinya belum tahu. Keluarga keberatan untuk autopsi. Penjual miras sudah dimintai keterangan,” pungkasnya.

(tribunmadura.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved