Minggu, 31 Mei 2026

Berita Viral

Berlangsung Panas, Debat Viral Dedi Mulyadi Dituding Settingan, Masa Lalu Gadis Lulusan SMA Terkuak

Belakangan viral di media sosial perdebatan panas antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan seorang gadis lulusan SMA.

Tayang:
Editor: Januar
YouTube Kang Dedi Mulyadi | Instagram @iam_auracinta
Berlangsung Panas, Debat Viral Dedi Mulyadi Dituding Settingan, Masa Lalu Gadis Lulusan SMA Terkuak 

TRIBUNMADURA.COM- Belakangan viral di media sosial perdebatan panas antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan seorang gadis lulusan SMA.

Namun, seiring hal itu juga muncul tudingan jika debat perdebatan itu hanya settingan.

Masa lalu sang gadis lulusan SMA akhirnya terbongkar.

Dilansir dari Kompas.com, nama Aura Cinta, lulusan SMA asal Bekasi, belakangan ramai diperbincangkan. Remaja ini terlibat adu argumen sengit dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Momen debat tersebut pertama kali dipublikasikan melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi dan langsung viral di media sosial

Dalam video itu, Aura dengan berani menyuarakan kritik terhadap kebijakan Dedi, terutama soal penggusuran rumah-rumah di bantaran sungai Bekasi yang berdampak pada keluarganya dan warga lain. 

Ia juga menyoroti larangan menggelar acara perpisahan sekolah, kebijakan yang menurutnya tidak tepat dan perlu dikaji ulang. 

Namun, di tengah ramainya perbincangan, muncul dugaan bahwa perdebatan tersebut hanya sekadar konten "settingan". 

Hal ini dipicu oleh fakta bahwa Aura diketahui pernah berkarier sebagai bintang iklan dan model.

Merespons isu tersebut, Dedi Mulyadi dengan tegas membantah adanya rekayasa. Ia mengaku tidak mengenal Aura sebelumnya. 

"Saya tidak tahu, saya menganggap anak itu ikhlas," ujar Dedi di Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (28/4/2025). Dedi juga menegaskan bahwa dirinya tidak menaruh prasangka buruk terhadap Aura. 

Sebaliknya, ia justru memuji keberanian gadis asal Bekasi itu. 

"Saya tidak berprasangka buruk, saya berprasangka baik, anak itu pinter dan anak itu berani sehingga mau menyampaikan di depan gubernur," tambah Dedi. Lebih lanjut, Dedi menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik. 

Namun, ia menilai pendapat yang disampaikan Aura terkait pelarangan acara perpisahan sekolah kurang didukung dengan landasan hukum yang kuat. 
"Tugas gubernur adalah mengarahkan agar argumentasinya memiliki dasar hukum yang kuat," jelasnya. 

Dedi juga mengingatkan bahwa tidak semua keluarga mampu mengikuti acara perpisahan yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. 

"Pendapatnya bukan hanya dirinya sendiri, orang tuanya boleh wisuda, orang tuanya boleh perpisahan, cuma 1 juta doang itu bagi keluarga mereka, tapi keluarga yang lain itu sangat berat," pungkas Dedi.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved