Berita Sampang

Menteri Kesehatan RI Kunjungi Sampang, Bupati H Slamet Junaidi: Siap Bebas Kusta Sebelum 2030

Bupati dan Wakil Bupati Sampang H Slamet Junaidi - Ahmad Mahfudz menyambut hangat kunjungan Mentri Kesehatan RI

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Hanggara
KUNJUNGAN KEMENKES : Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat menyambut secara hangat kedatangan Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Pendopo Trunojoyo Sampang, Madura, Selasa (8/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama 

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Bupati dan Wakil Bupati Sampang H Slamet Junaidi - Ahmad Mahfudz menyambut hangat kunjungan Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Pendopo Trunojoyo Sampang, Madura, Selasa (8/7/2025).

Kedatangan Budi Gunadi Sadikin ke Kabupaten Sampang meninjau langsung upaya penanggulangan penyakit kusta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberantas penyakit menular tersebut.

Bupati Sampang, H Slamet Junaidi mengatakan bahwa, saat ini terdapat lebih dari 85 kasus kusta aktif atau baru yang sedang ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang

Namun, ia memastikan bahwa seluruh pengobatan pasien kusta di Sampang diberikan secara gratis, baik di rumah sakit maupun layanan kesehatan primer.

"Pengobatan untuk warga Sampang wajib gratis. Tidak hanya ke tempat pelayanan kesehatan di Sampang, seluruh Indonesia juga gratis, yang terpenting memiliki KTP Sampang," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sampang juga telah melakukan modifikasi pendekatan strategis bersama Kementerian Kesehatan untuk mengejar target ambisius, eliminasi kusta sebelum tahun 2030, bahkan ditargetkan rampung di tahun 2029.

“Kalau pemerintah pusat bilang 2030, saya bilang 2029 sudah harus selesai. Ini bukan janji, ini komitmen. Saya akan pastikan Camat-Camat hingga tenaga kesehatan bekerja bersama,” terangnya.

Di tempat yang sama, Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti kepada masyarakat Kabupaten Sampang untuk tidak takut pada penyakit puspa. 

"Penyakit ini tidak langsung menular, bahkan lebih susah menular dibanding TBC, COVID-19, atau penyakit menular lainnya,” katanya.

Menurutnya, puspa bisa dikenali dengan gejala sederhana, seperti munculnya bercak putih, merah, atau ungu pada kulit, yang bila disentuh tidak terasa sakit.

“Kalau ditemukan lebih cepat, langsung diberi obat MDT, dalam sebulan saja penularannya sudah berhenti,” tuturnya.

Bukan cuma pengobatan, dukungan untuk lingkungan sekitar pasien kusta juga sudah tersedia. Keluarga atau orang serumah bisa mendapat dosis pencegahan bernama PEC, cukup sekali minum saja. 

“Sudah, selesai. Tidak perlu takut, tidak perlu dijauhi.” tegasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved