Berita Sumenep
Mesin RDF DLH Sumenep Senilai Rp 2,8 Miliar Ternyata Belum Sumbang PAD
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menghabiskan anggaran senilai Rp 2,8 miliar
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menghabiskan anggaran senilai Rp 2,8 miliar untuk belanja mesin refuse derived fuel (RDF) pada akhir 2024.
Namun, hingga pertengahan 2025 ini mesin RDF tersebut belum menunjukkan hasil dan bahkan belum bisa sumbang pendapatan asli daerah (PAD) karena belum bisa menjual sampah olahan.
Mesin RDF itu telah dioperasikan sejak awal tahun 2025. Keberadaan alat tersebut diproyeksikan dapat mengurangi tumpukan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Achmad Junaidi mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dan saat ini sedang trial pengiriman olahan sampah.
"Untuk penjualannya masih belum," kata Achmad Junaidi saat ditanya terkait penjualan hasil olahan sampah, Kamis (10/7/2025).
Setelah proses trial selesai lanjutnya, maka akan dilanjutkan dengan proses perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak ketiga.
Dalam proses PKS tersebut, nanti akan diketahui kualitas dari olahan sampah, harga dan biaya transportasi. Dan cara pengangkutan olahan sampah itu nantinya akan berbeda antara yang organik dan non organik.
"Transportasi yang menyediakan pihak ketiga, kami cuma menyediakan bahan saja," sebut Achmad Junaidi.
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Sumenep Arif Susanto mengatakan bahwa penerapan mesin RDF tersebut nanti menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Yang pasti nanti akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD," ucapnya singkat.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Legislator Soroti Output Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep, Minta Peserta Tak Sekadar Dilatih |
|
|---|
| DPRD Jatim Desak Reklamasi di Gersik Putih Sumenep Dihentikan, Singgung Penolakan hingga Ekosistem |
|
|---|
| DPRD Sumenep Tetapkan 31 Program Legislasi Daerah Tahun 2026 |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sapeken Sumenep Disorot, Tokoh Pemuda Minta Presiden Turun Tangan |
|
|---|
| Ekskavator Masuk Laut Tapakerbau Sumenep, Warga Turun Menghalau, Polisi Diminta Perketat Pengamanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Tampak-suasana-mesin-refuse-derived-fuel-RDF-yang-ada-di-lokasi-pengolah.jpg)