Berita Terkini Bojonegoro

VIRAL! Kurir JNT di Bojonegoro Ditempeleng saat Antar Paket COD

Dugaan penganiayaan menimpa seorang kurir JNT di Kabupaten Bojonergoro, Provinsi Jawa Timur.

Editor: Taufiq Rochman
net
ILUSTRASI PENGANIAYAAN - Dugaan penganiayaan menimpa seorang kurir JNT di Kabupaten Bojonergoro, Provinsi Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO – Kasus penganiayaan terhadap kurir ekspedisi terjadi di Kabupaten Bojonergoro, Provinsi Jawa Timur.

Kali ini, Kurir JNT menjadi korban penganiayaan saat mengantarkan paket sistem bayar di tempat (Cash on Delivery/COD) ke pelanggan.

Kejadian penganiayaan kurir JNT ini viral di media sosial instagram.

Dalam sebuah video yang berdurasi 29 detik memperlihatkan seorang pria diduga kurir tengah cekcok dengan pria diduga pelanggannya atau si penerima paket dipinggir jalan raya.

Dalam video tersebut terlihat kurir yang mengenakan jaket dan bermasker hitam serta masih mengenakan berhelm, tampak tengah merekam kejadian tak mengenakan yang dialaminya, saat mengantarkan paket kepada pemuda desa setempat.

Cekcok antara keduanya diduga dipicu kesalahpahaman dan ketersinggungan saat berkomunikasi melalui pesan singkat Whatsapp, ketika kurir mengonfirmasi akan mengantarkan paket.

Aksi cekcok antara keduanya pun akhirnya dilerai oleh Warga disekitar lokasi kejadian keributan.

"Sampean ape jotosi wong keno opo? Omongan ku seng gak penak seng ndi disik? Sampean gak oleh nyeplak Ndas, sampean kok nganu aku, (red : kamu mau mukulin orang kenapa? Ucapan saya yang tidak mengenakan dibagian mana? Kamu tidak boleh mukul kepala, kamu kok mukul saya)," suara pria diduga kurir dalam video saat merekam kejadian tidak mengenakan yang dialaminya.

Peristiwa dugaan penganiayaan kurir paket ini diketahui terjadi di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Bojonegoro, pada sabtu (26/7/2025) sore.

Korban diketahui pemuda berinisial Y (24), kurir paket JNT ekspres.

Saat itu dia tengah mengantarkan paket COD senilai Rp85 ribu kepada pelaku atau penerima paket berinisial PP, pemuda warga Desa Ngunut Kecamatan Dander.

Kejadian tak mengenakan yang dialami tersebut lantas oleh korban dilaporkan ke Mapolsek Dander.

Kapolsek Dander, Iptu Warsito, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari komunikasi antara korban dan pelaku melalui pesan WhatsApp.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved