Madura Terpopuler
Madura Terpopuler: Pencurian Motor di Rumah Sakit hingga Uniknya Sekolah Rakyat di Pamekasan
Berikut ini adalah kumpulan berita Madura Terpopuler, Sabut (16/8/2025). Dari pencurian motor d rumah sakit, hingga uniknya Sekolah Rakyat di
TRIBUNMADURA.COM, MADURA- Berikut ini adalah kumpulan berita Madura Terpopuler, Sabut (16/8/2025).
Dari pencurian motor d rumah sakit, hingga uniknya Sekolah Rakyat di Pamekasan.
1. Kuli Bangunan Sulap Karcis Parkir Jadi Jalan Curi Motor di Rumah Sakit
Mabuk, karaoke, lalu mencuri motor, begitulah hidup Darto.
Laki-laki usia 37 tahun itu kini ditangkap tim Reserse Polsek Gubeng.
Sebanyak 10 sepeda motor sudah dicuri.
Sebagian besar aksinya dilakukan di parkiran rumah sakit.
Darto adalah warga Gubeng Masjid, Surabaya, Jawa Timur.
Rumahnya tak jauh dari Rumah Sakit dr Soetomo.
Dia sering sengaja riwa-riwi rumah sakit milik Pemprov Jatim itu mengamati kebiasaan pengunjung.
Kalau ada pengendara meninggalkan karcis parkir di dashboard, dia beraksi.
Bukan hanya dr Soetomo saja yang kerap disasar.
Tersangka yang sehari-hari kerja kuli bangunan juga pernah memantik motor di Rumah Sakit Siloam.
Dilakukan saat menggarap proyek dekat rumah sakit di Jalan Gubeng itu.
"Modus operandinya sama, memanfaatkan orang yang lalai."
"Habis ambil karcis ditaruh di dashboard, itulah menjadi kesempatannya (tersangka)," kata Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, Jumat (15/8).
Bukan hanya Rumah Sakit dr Soetomo yang jadi sasaran.
Saat bekerja sebagai kuli bangunan di proyek dekat RS Siloam, Darto pernah memetik motor di sana.
Ternyata Darto selalu membawa kunci T di sakunya.
Dua dari sepuluh aksinya dilakukan di Jalan Kapas Lor dan Gubeng Klingsingan.
Motor curian ia bawa ke penadah di kawasan Madura, uangnya habis untuk mabuk dan karaoke.
"Uangnya sudah habis," ucap Darto singkat, sambil menunduk.
2. Unik, Konsep Sekolah Rakyat di Pamekasan Dibuat Seperti Pesantren, Bupati: Bantu Kesehatan Mental
Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman Wafi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Gedung Eks Poltera, Jalan Jokotole, Jumat (15/8/2025).
Sebanyak 50 siswa kurang mampu, terdiri dari 26 laki-laki dan 24 perempuan, akan menempuh pendidikan dengan sistem boarding school di sekolah tersebut.
Bupati Kholilurrahman menyebut keberhasilan Sekolah Rakyat didukung dua hal utama, yakni sistem asrama seperti pesantren dan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pendapat dia, dengan boarding school, para siswa akan sulit terkontaminasi penyakit masyarakat.
“Sistemnya sama seperti pesantren, ada penanggung jawab, pengurus, aturan jenguk, dan lainnya, sehingga anak aman. Selain itu, ada Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang membantu kecerdasan dan kesehatan mental mereka,” kata Kholilurrahman.
Menurut Kiai Kholil, sistem tertutup ini membuat siswa aman secara mental karena tidak membaur secara bebas di lingkungan masyarakat.
Dia juga menegaskan komitmen Pemkab untuk memberikan dukungan penuh, mengingat Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden.
“Kenapa dimulai dari SMP? Karena SMP berada di pertengahan jenjang pendidikan. Adaptasi dan sosialisasi akan lebih cepat dibanding SD. Kalau dari SD, anak-anak masih butuh dekat dengan orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan persiapan MPLS sempat mundur dari jadwal awal 30 Juli karena proses rehabilitasi bangunan masih berlangsung.
“Kami berbeda di tahap 1B, sehingga bangunan masih dalam proses rehab oleh Kementerian PU. Bedanya dengan sekolah negeri lain, di sini siswa akan didampingi wali asuh dan wali asrama. Saat ini ada satu wali asrama dan tiga wali asuh,” terangnya.
Dia menambahkan, usai 17 Agustus akan ada penambahan tenaga pendamping.
“Insya Allah wali asrama akan ditambah, dan wali asuh sekitar dua orang lagi,” pungkasnya.
3. Interogasi Pelaku Pembunuhan Keponakan di Bangkalan Terkesan Aneh: Nyambung-Putus
Interogasi pelaku pembunuhan keponakan di Bangkalan, Madura terkesan aneh, tersangka nyambung putus saat ditanya.
Penyidik Satreskrim Polres Bangkalan terus mendalami perkara penganiayaan hingga menyebabkan seorang bocah, HY (3) meregang nyawa di pekarangan halaman rumahnya, Dusun Langliur, Desa/Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban menderita luka pada leher akibat tebasan parang dari tangan pamannya, HL (34), warga setempat.
Pelaku HL kini mendekam di balik jeruji Satreskrim Polres Bangkalan setelah ditangkap di semak-semak belakang kamar mandi rumah korban.
Serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka HL oleh penyidik Satreskrim Polres Bangkalan hingga Jumat (15/8/2025), masih terus dilakukan.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi mengungkapkan, hingga hari kedua pihak kepolisian telah meminta keterangan dari empat orang sebagai saksi atas perkara tersebut.
Tidak menutup kemungkinan, penyidikan akan menambah jumlah saksi untuk menguak motif atas perbuatan pelaku HL.
“Motif masih pendalaman, kami masih akan melakukan tambahan pemeriksaan saksi-saksi."
"Khususnya saksi-saksi yang berada di sekitar TKP, yaitu tetangga maupun keluarga dari korban,” ungkap Hafid di hadapan awak jurnalis.
Bocah malang itu merupakan anak dari kakak ipar perempuan tersangka HL.
Ketika menjawab pertanyaan dari Hafid pada Kamis (14/8/2025) siang, tersangka HL mengaku kerasukan setan dan tidak ada niatan menghabisi nyawa keponakannya.
Disinggung apakah tersangka HL mengalami gangguan jiwa, Hafid menjelaskan bahwa tidak ada dokumen yang menyatakan bahwa tersangka menderita sakit jiwa.
Namun dari keterangan keluarga dan tetangganya, beberapa kali memang agak kambuh tetapi tidak separah ketika terjadi tragedi pilu dan sadis malam itu.
“(Saat diinterogasi apakah nyambung atau ngelantur?), nyambung, putus, nyambung, putus."
"Untuk kejiwaan pelaku, kami belum melakukan pemeriksaan dengan melibatkan dokter jiwa. Namun akan kami agendakan melakukan pemeriksaan kejiwaan,” pungkas Hafid.
Tersangka HL dijerat Pasal 80 Ayat (3) Juncto Pasal 76C Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya berupa sebilah parang, baju korban, hingga ponsel milik pelaku HL.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Madura Terpopuler: Mobil Warga Sumenep Meledak hingga Misteri Kematian Petani Tua di Sampang |
![]() |
---|
Madura Terpopuler: Pencurian Motor di Desa Maling Pamekasan hingga KLB Campak di Sumenep |
![]() |
---|
Madura Terpopuler: Polisi Buru Pelaku Pembakaran Mobil di Sampang hingga Misteri Penemuan Jenazah |
![]() |
---|
Madura Terpopuler: Nenek Renta Ditusuk Orang Misterius hingga Penemuan Jenazah di Selat Madura |
![]() |
---|
Madura Terpopuler: Kecelakaan Maut di Bangkalan hingga Kasus Campak di Sumenep |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.