Kanal

Dapat Gelar Doktor HC Ilmu Pendidikan Islam dari UINSA, Pakde Karwo Sebut Belum Khatam Jadi Santri

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) saat dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Pendidikan Agama secara simbolik oleh Rektor UINSA Prof Masdar Hilmi, di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (27/3/2019). - TRIBUNMADURA/LUHUR PAMBUDI

Jadi, gelar Doktor Honoris Causa di Bidang Ilmu Pendidikan Islam dari UINSA Surabaya ini merupakan gelar Doktor Honoris Causa yang ketiga yang diterima oleh Pakde Karwo, yang juga mantan Sekdaprov Jatim ini.

Pakde Karwo bacakan orasi ilmiah di lokasi acara Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya Jalan Frontage A Yani No 117, Surabaya, Rabu (26/3/2019). (TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI)

Sementara itu, saat berada di atas mimbar dan ditatap ratusan pasang mata dari puluhan senat guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya, dan 400 tamu undangan, Pakde Karwo tampak membacakan berlembar-lembar naskah orasi ilmiahnya dengan lugas dan tegas selama satu jam tujuh menit.

Dari sekian banyak tamu hadir. Tampak istri Pakde Karwo, Nina Kirana Soekarwo dan para putra putrinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Yudhoyono Harimurti (AHY), sejumlah rektor, para pejabat Pemprov Jatim, puluhan kiai, kalangan civitas akademika UINSA Surabaya, dan sejumlah pihak lainnya.

Tak seperti prosesi pengukuhan sebelumnya yang pernah diikuti Pakde Karwo beberapa tahun silam dengan diringi derai air mata yang berjatuhan membasahi pipinya.

Pada pengukuhan ketiganya ini, pria berkumis tebal ini justru tampak berapi-api saat membacakan orasi ilmiahnya sebelum dikukuhkan sebagai Doktor HC.

Acapkali penekanan intonasi suara sengaja ia tonjolkan saat melontarkan inti pokok gagasannya mengenai Program Peningkatan Kualifikasi Akademis Guru Madrasah Diniyah, sontak hal itu membuat para audiens tak tahan menghadiahkan gemuruh tepukan tangan.

Saat memaparkan konsep Spiritual Capital sebagai paradigma dasar dalam membentuk pilot project berupa Pendidikan Diniyah Formal, Pakde Karwo menganggap konsep tersebut dinilai mampu menjadi solusi alternatif menyempurnakan Pendidikan Diniyah Pesantren.

"Pilot project itu kami harap jadi opsi dan solusi bersama," katanya, dalam paparan orasinya.

Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) saat berada di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sehari menjelang purnatugas sebagai Gubernur Jatim dua periode (2009-2019), Senin (11/2/2019). (TRIBUNMADURA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Pakde Karwo mengungkapkan, konsep tersebut, dinilai mampu membentuk aspek spiritual dan aspek karakter secara bersamaan.

Bilamana desain pendidikan semacam itu bisa dilembagakan dan difasilitasi secara serius oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Halaman
1234
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Mujib Anwar
Sumber: TribunMadura.com

Berita Populer