Kanal

Diadili Gara-Gara Cabut Pohon Pisang, Tukang Becak di Pamekasan Ini Akhirnya Lolos Gugatan Prodeo

Padla bersama istri dan kuasa hukumnya usai menunggu hasil putusan majelis hakim tunggal di Pengadilan Negeri Pamekasan kasus pencabutan pohon pisang, Selasa (16/4/2019). - TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN

Diadili Gara-Gara Cabut Pohon Pisang, Tukang Becak di Pamekasan Ini Akhirnya Lolos Gugatan Prodeo

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMKASAN - Padla (65), seorang tukang becak, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan yang diadili karena mencabut tiga batang pohon pisang (kasus tukang becak cabut pohon pisang), kini pengajuan gugatan baliknya ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan melalui permohonan prodeo akhirnya diterima oleh Majelis Hakim Tunggal, Selasa (16/4/2019).

Ketua LBH Pusara (Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara) Pamekasan sekaligus Kuasa Hukum Padla, Marsuto Alfianto, mengatakan, hasil gugatan melalui prodeo yang sudah diputuskan oleh Majelis Hakim Tunggal di Pengadilan Negeri Pamekasan yang dilakukan pihaknya hari ini merupakan kontra laporan pidana oleh Busiyeh sebagai pelapor di Polres Pamekasan kepada Padla.

Marsuto Alfianto mengaku, perjuangannya selama ini untuk melakukan gugatan balik berbuah manis.

"Tadi Majelis Hakim mengabulkan permohonan perkara prodeo atas nama Padla. Artinya apa yang ditetapkan oleh Majelis Hakim Tunggal di Pengadilan Negeri Pamekasan tadi itu sesuai dengan harapan kita dan sesuai dengan harapan pak Padla serta keluarganya," kata Marsuto Alfianto, kepada sejumlah media, saat ditemui di depan Gedung Pengadilan Negeri Pamekasan.

Meski Habisi Nyawa Guru Honorer Dimutilasi Satu Pelaku Akui Tak Kenal Korban, Bahkan Niatnya Melerai

Gara-Gara Cabut Pohon Pisang di Lahan Milik Anaknya, Tukang Becak Renta di Pamekasan Dimeja Hijaukan

Peran Petugas KPPS Paling Vital Sukseskan Pemilu di TPS, Segini Rincian Lengkap Honor yang Diterima

Dalam kesempatan itu, Padla didampingi kuasa hukumnya dari LBH Pusara Pamekasan. Selain itu, Padla didampingi pula oleh istrinya yang buta bersama tiga anaknya.

Menurut Marsuto Alfianto, alasan diterimanya gugatan balik melalui prodeo yang dikabulkan oleh majelis hakim tunggal Pengadilan Negeri Pamekasan, karena semua berkas-berkas yang sudah disyaratkan oleh majelis hakim sudah dipenuhi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Mengingat Pak Padla ini yang merupakan orang yang benar-benar tidak mampu, ya kami mengajukan gugatan melalui prodeo yang artinya melakukan persidangan tanpa uang alias digratiskan," jelas Marsuto Alfianto.

Dengan diterimanya permohonan gugatan melalui prodeo tersebut, pihaknya semakin optimis untuk diterimanya permohonan gugatan keperdataan yang dilakukan oleh Padla juga akan segera dikabulkan oleh Majelis Hakim Tunggal di Pengadilan Negeri Pamekasan.

Alamak, Pendukung Jokowi dan Prabowo Taruhan Satu Hektar Tanah Viral di Media Sosial Facebook (FB)

Belum Lunasi Biaya Haji Hingga Jatuh Tempo, Ratusan Calon Jamaah Haji Batal Berangkat Haji Tahun ini

Mudah Banget, Begini Cara Mengecek Apakah Nama Kamu Sudah Masuk DPT Pemilu 2019 Lewat Online

"Hari ini gugatan kami sudah didaftarkan, karena sudah diterima oleh Majelis Hakim Tunggal. Pemeriksaannya nanti selanjutnya secara prinsipal, dan normal seperti pemeriksaan sidang biasanya. Setelah dilakukan pemeriksaan, nantinya majelis hakim akan melakukan pemutusan akhir," tegasnya.

Tak hanya itu, Marsuto Alfianto juga menyampaikan terima kasih kepada media yang melakukan pengawalan dan memberikan support kepada Padla. 

Karena, kata Marsuto Alfianto, Padla ini memang murni di kriminalitas oleh sistem, utamanya oleh sistem di tingkat desa, khususnya di Desa Blumbungan Pamekasan yang merupakan daerah asal dari Padla.

"Kami mohon kepada teman-teman media untuk tetap dikawal kasus ini sampai putusan akhir," pungkasnya.

Menantu Bakar Mertua Hidup-hidup Ditangkap, Beraksi Saat Salat Jumat dan Penyebabnya Sepele Banget

Gara-Gara Cabut Pohon Pisang di Lahan Milik Anaknya, Tukang Becak Renta di Pamekasan Dimeja Hijaukan

Sering Bersolek Mirip Cewek, AS Bunuh Guru Honorer Dimutilasi Usai Pulang Menjadi TKI di Malaysia

 

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Sumber: TribunMadura.com

Berita Populer