Kanal

Ketua PAN di Madura Tegas Menolak Gerakan People Power: Inkonstitusional dan Merugikan Masyarakat

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN), Kabupaten Pamekasan Heru Budi Prayitno - TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN

Sebab serangkaian tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Pamekasan Madura berjalan aman, damai, kondusif, jujur, adil, transparan dan demokratis.

"Mari kita serahkan sepenuhnya hasil Pemilu 2019 kepada pihak yang berwenang dan sudah berkompeten di bidangnya yakni KPU. Mari sebagai warga negara Indonesia tetap jaga kerukunan dan keutuhan NKRI," pintanya.

25 Tahun Setia Jadi Nasabah Premium, Tabungan Rp 5 M Pria Surabaya ini Malah Raib, Begini Kisahnya

Mahasiswi ini Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Kos, Lalu Bayinya Meregang Nyawa, Uangpun Jadi Pertanda

Usai Prabowo Tolak Hasil Penghitungan Suara, Sandiaga Pilih ke Surabaya & Jadi Imam di Masjid Agung

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan Suara, Ini Reaksi Kritis KPU TKN: Harusnya Prabowo Malu Pada Rakyat

Ulama Tolak Provokasi People Power

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Asror, Desa Ambat, Kabupaten Pamekasan KH As'ad Abdullah mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat Pamekasan untuk menghormati keputusan KPU berkaitan dengan hasil Pemilu 2019 dan tidak terprovokasi dengan adanya isu People Power.

"Tahapan Pemilu 2019 khususnya di Kabupaten Pamekasan sudah selesai dan berjalan jujur, adil, aman damai dan sejuk. Mari kita saling rukun karena sudah memasuki bulan Ramadan. Bersihkan hati dari segala perbuatan yang tidak baik," kata KH. As'ad Abdullah kepada TribunMadura.com, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut KH. As'ad Abdullah mengaku, pihaknya mengapresiasi kinerja KPU, Bawaslu atas keberhasilan Pemilu 2019 di Kabupaten Pamekasan yang berjalan aman, damai, transparan, jujur dan adil.

Tak hanya itu KH. As'ad Abdullah memberi pesan kepada seluruh masyarakat Pamekasan dan seluruh lapisan masyarakat untuk menerima hasil penghitungan real count dari KPU RI berkenaan dengan hasil Pemilu 2019.

"Mari kita serahkan hasil Pemilu 2019 sepenuhnya kepada KPU. Jangan sampai terprovokasi oleh isu people power," pintanya.

"Sebab hal itu akan merugikan kita semua sebagai bangsa yang berketuhanan dan beradap serta berbhineka tunggal ika," tegasnya menambahi.

Sudah Niat Serang Freeport, Berkat Netizen di Facebook KKB Papua Malah Minta Perdamaian dan Keadilan

Ansor Tolak People Power yang Inkonstitusional

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Sumber: TribunMadura.com

Berita Populer