Selasa, 2 Juni 2026

Tinggalkan Cara Konvensional, Petani Sumenep Didorong Beralih ke Metode SRI yang Lebih Efisien

Upaya meningkatkan ketahanan pangan terus digencarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
KETAHANAN PANGAN - Tim penyuluh saat giat tanam padi di Desa Baraji Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, November 2025. 
Ringkasan Berita:
  • DKPP Sumenep bersama BPP Gapura menggelar gerakan tanam padi di Desa Baraji dengan mendorong petani beralih ke metode SRI
  • Metode SRI dinilai lebih efisien karena menggunakan bibit muda 15 HSS yang mampu menghasilkan anakan lebih banyak
  • DKPP berharap penerapan SRI memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Upaya meningkatkan ketahanan pangan terus digencarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Kali ini, DKPP menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gapura dalam gerakan tanam padi di Desa Baraji, Kecamatan Gapura pada Sabtu (29/11/2025).

Metode SRI

Berbeda dari biasanya, petani setempat khususnya Kelompok Tani Maju Jaya didorong untuk meninggalkan pola tanam konvensional dan beralih ke metode System of Rice Intensification (SRI) yang dinilai lebih efisien serta mampu mendongkrak hasil panen.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menyebut metode SRI memiliki sederet keunggulan.

Salah satunya penggunaan bibit berusia lebih muda, yakni sekitar 15 hari setelah sebar (HSS) yang dinilai lebih siap berproduksi dibanding bibit berusia 30 hari.

"Dengan menanam bibit muda, masa produktif tanaman jauh lebih optimal. Anakan padi yang muncul juga akan lebih banyak dibanding metode konvensional," kata Chainur Rasyid.

Baca juga: Kisah Petani di Sampang yang Tolak Modernisasi Demi Lestarikan Tradisi Membajak Sawah dengan Sapi

Pihaknya menegaskan, banyaknya anakan yang dihasilkan bibit muda menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah bulir padi saat panen nanti.

Hal senada disampaikan KJF Penyuluh Pertanian DKPP Sumenep, Dewo Ringgih.

Menurutnya, jumlah anakan yang melimpah langsung berpengaruh pada produktivitas lahan.

"Semakin banyak anakan, semakin tinggi pula potensi hasil panen."

"SRI ini memang menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendongkrak produksi selain menggunakan varietas unggul," terang Dewo Ringgih.

Melalui kegiatan tanam bersama ini tambahnya, DKPP berharap metode SRI tidak hanya diterapkan di Baraji, tapi juga menjadi inspirasi bagi petani di kecamatan lain.

"Targetnya jelas, memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan," tegasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved