Senin, 18 Mei 2026

Berita Sumenep

DPRD Buka Suara soal Jembatan Penghubung Dua Desa di Gili Genting yang Ambruk

Ambruknya jembatan penghubung Desa Bringsang dan Desa Aenganyar, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Istimewa
Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep saat turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan jembatan yang ambruk sejak di Pulau Giligenting pada Senin (8/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ambruknya jembatan penghubung Desa Bringsang dan Desa Aenganyar, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep memicu reaksi cepat dari DPRD setempat.

Infrastruktur yang dibangun sejak 1987 itu kini tak bisa dilalui, sehingga aktivitas warga dua desa terhambat.

Komisi III DPRD Sumenep langsung turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan jembatan yang ambruk sejak Jumat (5/12/2025).

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep segera membangun jembatan sementara sebagai solusi darurat bagi masyarakat.

Baca juga: Ruang Guru SDN Gunung Sekar 2 Ambruk, Proses KBM Terancam Terganggu

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri mengatakan bahwa jembatan tersebut meski bukan jalur utama, tetap memiliki peran vital bagi mobilitas warga setempat.

"Memang bukan jalan utama, tetapi setiap hari cukup padat dilalui masyarakat. Ini akses penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga," kata Muhri saat dikonfirmasi pada Kamis (11/12/2025).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Menurutnya, usia bangunan yang telah puluhan tahun menjadi faktor utama penyebab ambruknya jembatan tersebut.

"Jembatan ini sudah sangat tua, dibangun tahun 1987. Tapi kami juga menilai pengawasan pemerintah kurang maksimal, sehingga kerusakannya tidak terpantau sejak dini," tuturnya.

Muhri mendesak Pemkab Sumenep agar segera mengambil langkah cepat, baik dengan membangun jembatan permanen maupun menyiapkan jalur alternatif sementara.

"Yang terpenting saat ini aktivitas warga tidak boleh terhenti terlalu lama," pintanya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Salamet Supriyadi memastikan pihaknya juga telah melakukan pengecekan lapangan.

Ia juga menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan sementara maupun permanen telah dihitung dan saat ini masih dalam proses pengajuan.

"Perhitungan sudah kami lakukan, sekarang masih tahap pengajuan anggaran. Insyaallah akan segera ditangani," kata Salamet.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved