Berita Bangkalan

Ternyata 3 Boks Hydrant yang Raib di Jembatan Suramadu, 2 Buah Masih Misteri

Sejak statusnya secara resmi berubah dari jalan tol menjadi jembatan non-tol atau jalan umum sejak 27 Oktober 2018 melalui Peraturan Presiden

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
IKON NASIONAL : Jembatan Suramadu digadang Pemerintah Pusat sebagai akselerasi percepatan ekonomi di Pulau Madura, kini kembali menjadi sorotan setelah sejumlah tiga boks hidran raib, satu buah di antaranya telah ditemukan 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan Suramadu mengalami berbagai anomali sejak menjadi jalan umum pada 2018, mulai dari pelanggaran lalu lintas, kasus bunuh diri, hilangnya marka, hingga dugaan pencurian fasilitas umum seperti boks hydrant.
  • Satker Preservasi Jembatan Suramadu menemukan tiga boks hydrant tidak berada di tempatnya, satu (nomor 74) ditemukan jatuh dan telah diamankan, sementara dua lainnya (nomor 151 dan 152) di bentang tengah jembatan belum ditemukan dan diduga jatuh ke laut.

 


Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sejak statusnya secara resmi berubah dari jalan tol menjadi jembatan non-tol atau jalan umum sejak 27 Oktober 2018 melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2018, beragam anomali para pelintas mewarnai eksistensi Jembatan Suramadu.

Mulai dari perilaku pengendara roda dua atau roda empat yang menerobos bukan jalurnya, maraknya kasus bunuh diri, raibnya marka, hingga dugaan terjadinya pencurian fasilitas umum seperti hydrant yang dalam sepekan terakhir menjadi sorotan publik.   

Kepala Satuan Kerja (Satker) Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, Suparyanto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dari sekian hydrant yang ada di jalur kanan-kiri Jembatan Suramadu.

“Memang ada tiga yang hilang, bukan hilang ya tetapi tidak ada lah di posisinya. Satu hydrant nomor 74 ditemukan di lokasi situ dan dua lainnya memang belum kami temukan,” ungkap Suparyanto kepada Tribun Madura, Senin (22/12/2025).

Baca juga: Angin Kencang Robohkan Tiang PJU di Bentang Tengah Jembatan Suramadu

Ia menjelaskan, satu buah hydrant nomor seri 74 yang ditemukan itu posisinya berada di jalur causeway arah Madura. Sementara dua buah hydrant yang keberadaannya hingga kini masih misteri, memiliki nomor seri 151 dan 152, lokasinya berada tepat di main bridge atau bentang tengah Jembatan Suramadu tujuan Surabaya.

“Hydrant 74 itu ditemukan posisinya jatuh di sekitar itu, masih ada dan kami amankan di kantor. Boks hydrant ya, kalau hydrant nya tidak hilang. Kami juga mempunya tim monitoring pemeliharaan jembatan, setiap hari membersihkan dan nomor 74 ditemukan,” jelas Suparyanto.

Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu merupakan unit kerja di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR. Tugasnya mengurus pemeliharaan atau preservasi jalan akses Suramadu.

“Intinya gini, pernah kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dugaan sementara itu akibat kemungkinan jatuh ke laut. Sementara itu yang bisa kami sampaikan terkait hydrant yang kemarin,” imbuhnya.

Boks Hydrant berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan pemadam kebakaran seperti selang pemadam, nozzle, dan katup yang tersimpan aman dan rapi untuk memudahkan akses saat terjadi kebakaran.

Disinggung apakah ada rencana menggandeng pihak kepolisian untuk kegiatan patroli di atas Jembatan Suramadu, Suparyanto menyatakan bahwa masih dalam upaya penjajakan.   

“Mungkin kalau itu masih kami jajaki, sementara ini kami memang ada patroli rutin mulai pukul 19.00 WIB – 05.00 WIB. Bersama Polri masih kami jajaki,” pungkasnya.
 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved