Berita Sampang
Respon Santai Pemkab Sampang soal Merebaknya Super Flu: Hanya Flu Biasa
Isu merebaknya super flu yang ramai dibicarakan belakangan ini dipastikan belum berdampak di Kabupaten Sampang, Madura.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Dinkes-KB Sampang memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus super flu, dan kondisi flu yang ada masih tergolong flu musiman biasa.
- Super flu bukan penyakit baru, melainkan infeksi virus influenza dengan gejala mirip flu biasa, berbeda dengan ISPA yang bisa disebabkan bakteri maupun virus.
- Meski secara nasional tercatat 62 kasus, Dinkes-KB Sampang terus memperkuat pemantauan
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Isu merebaknya super flu yang ramai dibicarakan belakangan ini dipastikan belum berdampak di Kabupaten Sampang, Madura.
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang menegaskan hingga awal Januari 2026, belum ditemukan satu pun kasus super flu di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-KB Sampang, Samsul Hidayat, mengatakan hasil pemantauan lapangan dan laporan fasilitas kesehatan tidak menunjukkan adanya lonjakan kasus flu berat yang mengarah pada super flu.
"Di Sampang belum ada laporan kasus super flu, kondisi yang ada masih flu musiman biasa," ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Baca juga: Dinkes Sumenep Buka Suara soal Super Flu, Minta Puskesmas Tingkatkan Kewaspadaan
Menurutnya, istilah super flu sejatinya bukan penyakit baru, melainkan infeksi influenza yang kerap muncul saat musim pancaroba, terutama pada masyarakat dengan daya tahan tubuh yang menurun.
Perbedaan super flu dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terletak pada penyebabnya.
ISPA bisa dipicu oleh bakteri maupun virus, sedangkan super flu murni disebabkan oleh virus influenza.
"Gejalanya hampir sama dengan flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, badan lemas, pusing, hingga nyeri otot," jelasnya.
Pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat super flu di Kabupaten Sampang.
Meski secara nasional Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus, dengan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang terbanyak sebanyak 23 kasus, situasi di Sampang dinilai masih aman dan terkendali.
Dinkes-KB Sampang, masih menunggu arahan resmi dari pemerintah provinsi terkait langkah lanjutan.
Namun demikian, penguatan surveilans dan pemantauan di fasilitas layanan kesehatan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gunakan masker saat sakit, dan rutin mencuci tangan. Itu kunci pencegahan paling sederhana," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Pesona Sunset di Bukit Waduk Klampis Sampang Jadi Magnet Wisatawan, Tak Ada Tiket Masuk |
|
|---|
| Pantai Jodoh Sampang, Wisata Unik di Madura yang Sarat Legenda Jokotole |
|
|---|
| Antusiasme O2SN 2026 Sampang Meningkat: Atlet Pelajar Terbaik Diseleksi, Siapkan Wakil ke Provinsi |
|
|---|
| Perkuat Poli Anak, RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Hadirkan Dokter Spesialis Baru |
|
|---|
| Razia Gabungan di Rutan Sampang, Petugas Periksa Blok Hunian dan Lakukan Tes Urine |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-baru.jpg)