DPRD Sampang Tekankan Kreativitas Desa untuk Percepatan Pembangunan
Anggota Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menegaskan bahwa kreativitas dan inovasi pemerintah desa menjadi kunci percepatan pembangunan
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Syamsul Arifin
Ringkasan Berita:
- DPRD Sampang minta desa tidak bergantung pada APBN/APBD, dorong inovasi dan kemandirian.
- Kabupaten Sampang hadapi efisiensi anggaran Rp105 miliar.
- Penutupan Pasar Hewan Kedungdung disorot, DPRD desak dibuka kembali untuk kurangi beban ekonomi warga.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Di tengah tekanan efisiensi anggaran, DPRD Kabupaten Sampang, Madura meminta agar desa tidak ketergantungan terhadap anggaran pusat dan daerah, Sabtu (1/2/2026).
Anggota Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menegaskan bahwa kreativitas dan inovasi pemerintah desa menjadi kunci percepatan pembangunan.
Menurutnya, profil kecamatan harus mampu memetakan potensi ekonomi secara konkret, bukan sekadar menampilkan kondisi infrastruktur.
"Pembangunan tidak cukup hanya membangun jalan, kalau ekonominya tidak bergerak, berarti tidak ada manfaatnya," ujarnya.
Baca juga: BKPSDM Sampang Pastikan Transisi PPPK Paruh Waktu Tanpa Gangguan
Desa Harus Mandiri dan Inovatif
Politisi dari fraksi Partai Gerindra itu mencontohkan potensi lokal yang belum tergarap maksimal, seperti kerajinan tikar di Desa Banyukapah dan pertanian jagung di Desa Batuporo Timur.
Pemetaan potensi tersebut dinilai penting agar dukungan anggaran, baik dari desa maupun kabupaten, tepat sasaran.
Alan juga mengungkapkan, Kabupaten Sampang tengah menghadapi efisiensi anggaran hingga sekitar Rp105 miliar. Kondisi ini, kata dia, menuntut desa lebih mandiri dan inovatif.
Baca juga: Kapolres Sampang Instruksikan Tiap Polsek Wajib Ungkap Satu Perkara per Bulan
"Jangan terus bergantung pada APBN atau APBD. Desa harus berani menciptakan kegiatan produktif yang bisa menghasilkan pendapatan sendiri," tegasnya.
Selain mendorong inovasi desa, Alan menyoroti penutupan Pasar Hewan Kedungdung yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Efisiensi Anggaran Rp105 Miliar
Sehingga pihaknya, mendesak agar pasar tersebut dibuka kembali untuk menekan biaya transportasi peternak.
"Warga bisa menghemat biaya dari Rp100 ribu menjadi sekitar Rp25 ribu jika pasar lokal difungsikan kembali," ungkapnya.
Dia menyebut telah berkoordinasi dengan Pj Kepala Desa Kedungdung terkait rencana pemanfaatan lapangan sepak bola sebagai lokasi pasar baru, dengan tetap memperhatikan aturan penggantian lahan.
"Ini untuk mengurai kemacetan sekaligus menghidupkan kembali pasar hewan. Tinggal ditertibkan agar lalu lintas tetap lancar," pungkasnya.
| Video Pasangan Muda-mudi Bermesraan di Alun-alun Tuban Viral, Kasatpol PP Beri Tanggapan |
|
|---|
| Sosok Pedri, Motor Permainan Barcelona dan Timnas Spanyol yang Terus Bersinar di Usia Muda |
|
|---|
| Niat Petik Asam, Pria Nganjuk Tak Sadar Panjat Pohon Sampai 8 Meter, Damkar Turun Tangan Evakuasi |
|
|---|
| Arema FC Makin Percaya Diri Usai Libas PSM Makassar 3 Gol Tanpa Balas |
|
|---|
| Pria Penuh Luka Ditemukan Tewas di Jembatan Suramadu, Diduga Korban Tabrak Lari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/DPRD-Kabupaten-Sampang-Madura-meminta-agar-desa-tidak-ketergantungan-terhadap-anggaran.jpg)