Kamis, 9 April 2026

Berita Sumenep

Sumenep Garap Perkebunan, Kelapa dan Jambu Mete Dapat Jatah Pengembangan

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, pemerintah pusat tengah menggulirkan program pengembangan komoditas perkebunan strategis.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
HARI TANI - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid dalam acara Hari Tani Nasional 2025 bersama Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim. Pemkab Sumenep mulai memperluas arah pengembangan sektor pertanian, Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sumenep perluas pengembangan pertanian dengan fokus baru pada komoditas perkebunan strategis.
  • Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep kembangkan kelapa dan jambu mete melalui program pemerintah pusat.
  • Pemkab Sumenep targetkan produktivitas padi meningkat hingga delapan ton per hektare melalui teknologi pertanian modern.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai memperluas arah pengembangan sektor pertanian.

Tidak hanya berfokus pada tanaman pangan, kini perhatian juga diarahkan pada subsektor perkebunan sebagai strategi meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, pemerintah pusat tengah menggulirkan program pengembangan komoditas perkebunan strategis.

Beberapa komoditas yang masuk dalam program tersebut antara lain kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mete.

"Dari program itu, Sumenep mendapatkan alokasi peremajaan serta pengembangan untuk komoditas kelapa dan jambu mete," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, perluasan tanaman perkebunan dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian daerah.

Dengan bertambahnya luasan tanam dan meningkatnya kualitas tanaman, produktivitas komoditas perkebunan diproyeksikan ikut terdongkrak dalam beberapa tahun ke depan.

Meski demikian, peningkatan produksi tanaman pangan tetap menjadi prioritas.

Baca juga: Luas Tanam Padi Sumenep Tembus 36 Ribu Hektare, Lampaui Target Kementerian

DKPP menargetkan produktivitas gabah naik dari rata-rata enam ton per hektare menjadi tujuh hingga delapan ton per hektare.

Target tersebut akan dicapai melalui pendampingan intensif kepada petani serta penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.

"Target itu tentu diperkuat dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)," katanya.

Beri Pelatihan

Chainur Rasyid menjelaskan, pihaknya secara berkelanjutan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para penyuluh pertanian agar mampu mendampingi petani secara optimal.

Pembinaan terhadap petani juga terus dilakukan agar pola tanam dan budi daya sesuai dengan kaidah pertanian yang baik.

Baca juga: Komoditas Pertanian Khas Sumenep Pisang Kapok hingga Padi Kangean Segera Didaftarkan ke Kementan

Selain itu, pemanfaatan teknologi modern menjadi bagian dari strategi percepatan produktivitas.

Salah satunya melalui penggunaan drone untuk mendukung efisiensi pemupukan, penyemprotan, hingga pemantauan kondisi lahan.

"Penyuluh pertanian harus terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar peningkatan produktivitas berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani," terangnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved