Jumat, 24 April 2026

Berita Sampang

LPG 3 Kg Langka di Sampang, Harga Melonjak hingga Rp 25 Ribu per Tabung

Dalam beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Sampang, Madura, dibuat resah akibat langkanya gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
LPG - Warga Kabupaten Sampang, Madura, dibuat resah akibat langkanya gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026). Dalam beberapa hari terakhir, gas bersubsidi itu sulit ditemukan, sementara harga jualnya melonjak jauh di atas ketentuan. 
Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan LPG 3 kilogram di Sampang picu keresahan warga dan lonjakan harga signifikan.
  • Selain sulit mendapatkan LPG, harganya juga tembus Rp 25 ribu per tabung.
  • Masyarakat mendesak pemerintah perketat distribusi LPG agar pasokan stabil dan harga kembali sesuai HET.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Warga Kabupaten Sampang, Madura, dibuat resah akibat langkanya gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, gas bersubsidi itu sulit ditemukan, sementara harga jualnya melonjak jauh di atas ketentuan.

Di sejumlah pengecer atau warung, stok gas melon itu cepat habis.

Sehingga, warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

"Sudah muter (berkeliling) ke beberapa warung dan pangkalan, tapi tetap kosong. Kalaupun ada, harganya sampai Rp 25 ribu per tabung," kata Ulfa, ibu rumah tangga asal Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang, Kamis (9/4/2026).

Lonjakan harga tersebut dinilai memberatkan, sebab melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang biasanya berada di kisaran Rp 20 ribu per tabung dalam kondisi normal.

Kelangkaan dan kenaikan harga juga dirasakan warga di Kecamatan Kedungdung. 

Amir Muslim, warga Desa Daleman, mengatakan, kondisi serupa terjadi di wilayahnya.

Baca juga: LPG 3 Kg Langka di Tuban, Warga Beralih Gunakan Kayu Bakar sampai Rela Beli di Atas HET

"Di desa saya juga sama, sulit didapat dan harganya naik sampai Rp 25 ribu," katanya.

Menurutnya, meski harga tinggi, warga tidak punya pilihan lain karena gas LPG menjadi kebutuhan utama untuk memasak.

"Mau tidak mau harus beli, meskipun mahal," terangnya.

Berharap Pemerintah Turun Tangan

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. 

Baca juga: Sidak Sejumlah SPBE, Ketua DPRD Trenggalek Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Mereka meminta distribusi LPG 3 kilogram diawasi lebih ketat agar pasokan kembali stabil dan harga tidak dimainkan di tingkat pengecer.

"Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir beban ekonomi rumah tangga akan semakin berat," pungkasnya. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved