138 SD di Sampang Rusak, Pemkab Ajukan Proposal Perbaikan ke Pusat
Pemkab Sampang telah mengajukan proposal ke kementerian terkait agar ratusan sekolah yang tersebar bisa segera mendapatkan perbaikan
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Syamsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Kerusakan sekolah bervariasi dari ringan hingga berat dan mengganggu proses belajar.
- Keterbatasan anggaran daerah jadi alasan utama pengajuan bantuan.
- Sebanyak 138 SD di Sampang diusulkan untuk diperbaiki ke pemerintah pusat.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura mengusulkan perbaikan sebanyak 138 sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan kepada pemerintah pusat, Minggu (19/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan penanganan infrastruktur pendidikan yang dinilai mendesak, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Melalui Dinas Pendidikan setempat, Pemkab Sampang telah mengajukan proposal ke kementerian terkait agar ratusan sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan bisa segera mendapatkan perbaikan menyeluruh.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M. Yusuf, mengatakan bahwa sejumlah bangunan sekolah yang diusulkan dalam kondisi rusak ringan hingga berat dan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
Baca juga: Madura Terpopuler: 6 ASN Terdata Terima Bansos hingga Panic Buying Picu Kelangkaan LPG 3 Kg Sampang
Proses Belajar Tetap Berjalan
"Usulan ini kami ajukan karena kebutuhan perbaikan cukup besar, sementara anggaran daerah belum mampu mengakomodasi seluruhnya secara bersamaan," ujarnya.
Salah satu contoh kerusakan terjadi di SDN Pangelen 1, Kecamatan Sampang, di mana satu ruang kelas dilaporkan rusak setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang.
Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa pengajuan ke pemerintah pusat merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sampang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam menjalani kegiatan belajar.
"Kami sudah melakukan verifikasi lapangan dan mendorong agar perbaikan bisa segera direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat," katanya.
Sembari menunggu realisasi perbaikan, pihak sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan berbagai penyesuaian, termasuk sistem belajar bergantian guna menghindari penggunaan ruang yang tidak layak.
Di sisi lain, pihak sekolah memastikan tidak ada korban dalam insiden kerusakan tersebut karena terjadi saat malam hari ketika aktivitas sekolah sedang tidak berlangsung.
"Kami berharap usulan yang telah diajukan dapat segera mendapat respons, sehingga perbaikan infrastruktur pendidikan bisa dilakukan secepatnya demi menunjang kualitas pembelajaran di daerah tersebut," pungkasnya.
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Komisi XII DPR RI Dapil Madura: Mampu Beli BMW Harus Bisa Pertamina Dex |
|
|---|
| Rakhmat Basuki Bersinar sebagai Karteker, Madura United Menjauh dari Degradasi |
|
|---|
| Tugu Pahlawan Surabaya, Monumen Ikonik Peringatan Pertempuran 10 November 1945 |
|
|---|
| Benteng Kalimo’ok, Warisan Sejarah VOC di Timur Madura yang Sarat Nilai Historis |
|
|---|
| Rawon, Kuliner Legendaris Jawa Timur Berusia Lebih dari 1.000 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Para-siswa-saat-bermain-di-depan-gedung-ruang-kelas-SDN-Pangelen-1.jpg)