Pembunuhan Bocah di Bangkalan
Interogasi Pelaku Pembunuhan Keponakan di Bangkalan Terkesan Aneh: Nyambung-Putus
Interogasi pelaku pembunuhan keponakan di Bangkalan, Madura terkesan aneh, tersangka nyambung putus saat ditanya.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Poin Penting:
- Bocah berusia 3 tahun tewas ditebas parang oleh pamannya di Bangkalan
- Interogasi terhadap pelaku HL berjalan tidak lancar
- Penyidikan masih berlangsung dengan empat saksi telah diperiksa
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Interogasi pelaku pembunuhan keponakan di Bangkalan, Madura terkesan aneh, tersangka nyambung putus saat ditanya.
Penyidik Satreskrim Polres Bangkalan terus mendalami perkara penganiayaan hingga menyebabkan seorang bocah, HY (3) meregang nyawa di pekarangan halaman rumahnya, Dusun Langliur, Desa/Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban menderita luka pada leher akibat tebasan parang dari tangan pamannya, HL (34), warga setempat.
Pelaku HL kini mendekam di balik jeruji Satreskrim Polres Bangkalan setelah ditangkap di semak-semak belakang kamar mandi rumah korban.
Serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka HL oleh penyidik Satreskrim Polres Bangkalan hingga Jumat (15/8/2025), masih terus dilakukan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun di Bangkalan Tewas Digorok Paman
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi mengungkapkan, hingga hari kedua pihak kepolisian telah meminta keterangan dari empat orang sebagai saksi atas perkara tersebut.
Tidak menutup kemungkinan, penyidikan akan menambah jumlah saksi untuk menguak motif atas perbuatan pelaku HL.
“Motif masih pendalaman, kami masih akan melakukan tambahan pemeriksaan saksi-saksi."
"Khususnya saksi-saksi yang berada di sekitar TKP, yaitu tetangga maupun keluarga dari korban,” ungkap Hafid di hadapan awak jurnalis.
Bocah malang itu merupakan anak dari kakak ipar perempuan tersangka HL.
Ketika menjawab pertanyaan dari Hafid pada Kamis (14/8/2025) siang, tersangka HL mengaku kerasukan setan dan tidak ada niatan menghabisi nyawa keponakannya.
Disinggung apakah tersangka HL mengalami gangguan jiwa, Hafid menjelaskan bahwa tidak ada dokumen yang menyatakan bahwa tersangka menderita sakit jiwa.
Namun dari keterangan keluarga dan tetangganya, beberapa kali memang agak kambuh tetapi tidak separah ketika terjadi tragedi pilu dan sadis malam itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polres-Bangkalan-AKP-Hafid-Dian-Maulidi-menggali-keterangan-tersangka-HL.jpg)