Berita Surabaya
Libur Tahun Baru, Pantai Kenjeran Surabaya Jadi Lautan Manusia
Liburan Tahun Baru 2026 dimanfaatkan banyak warga untuk berwisata di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Warga seperti Satria dan Yulanda memilih THP Kenjeran karena murah dan ramah keluarga; aparat keamanan dipimpin Polsek Kenjeran memastikan liburan berjalan aman tanpa kejadian menonjol.
- Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, menjadi destinasi favorit libur Tahun Baru 2026 dengan fasilitas terjangkau, kuliner wajar, dan ikon wisata yang tetap diminati.\
- Lonjakan pengunjung sejak 24 Desember hingga 1 Januari 2026, diperkirakan mencapai 5.000 orang pada puncak hari tahun baru
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Liburan Tahun Baru 2026 dimanfaatkan banyak warga untuk berwisata di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran.
Pantai yang terletak di pinggir Kota Surabaya ini dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau kerabat, dengan berbagai aktivitas mulai dari bermain pasir, duduk santai menikmati hembusan angin laut.
Satria, warga asal Manukan yang membawa 15 anggota keluarganya dari Pacet, Mojokerto, berangkat menggunakan mobil dan memilih THP Kenjeran karena biayanya terjangkau. Sesampainya di lokasi, mereka langsung bermain layangan bersama anaknya.
"Kalau pergi ke mal sudah sering dan mulai terasa bosan, jadi kami ingin merasakan suasana baru. Kenjeran memang sudah lama dikenal sebagai tempat wisata, tapi tetap menarik untuk dikunjungi dan harganya juga murah. Cuma dengan Rp10 ribu saja, kami sudah bisa dapat layangan sama benangnya," ujar Satria.
Baca juga: Libur Nataru, Taman Suroboyo Jadi Favorit Wisata Gratis Warga
Keluarga lain, Yulanda dari Sidoarjo juga memilih THP Kenjeran untuk menghabiskan liburannya. Ia membawa tikar dari rumah dan menempati area depan panggung orkes dangdut bersama keluarga, sambil menyantap berbagai bontotan masakan yang dibawa dari rumah.
"Tiket masuknya cuma Rp15 ribu, sangat murah. Kalau pun ingin membeli makanan di sini, harganya masih tergolong wajar, dan toilet juga bisa digunakan secara gratis. Jadi liburan di sini tidak membuat kantong kita mengeluarkan banyak biaya, cuma kebersihan toilet lebih diperhatikan, masa air yang keluar dari kran sangat pelan," keluh Yulanda.
Ipda Tonny Ariesandy, Kanit Binmas Polsek Kenjeran, menyampaikan bahwa kawasan Kenjeran mulai ramai dikunjungi sejak menjelang Natal, tepatnya pada tanggal 24 Desember. Selain kawasan pantai, titik keramaian juga terjadi di beberapa ikon Kota Surabaya lainnya, seperti Jembatan Suroboyo dan Taman Suroboyo.
"Dari pengalaman tahun ke tahun, tanggal 1 Januari biasanya menjadi puncak keramaian. Pada tahun ini, diperkirakan sekitar 5.000 pengunjung masuk ke THP Kenjeran pada hari pertama tahun baru 2026," terangnya.
Di lokasi, pedagang makanan tampak sibuk melayani pengunjung. Termasuk nelayan yang menyediakan jasa sewa kapal untuk pergi ke Pantai Pasir. Aparat keamanan bekerja ekstra keras. Personel dari Polsek, Polres, Polairud, TNI, Satpol PP, dan Dishub tampak saling menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
"Kami membagi tugas secara terstruktur. Dishub mengatur kelancaran parkir, BPBD siap siaga menghadapi kemungkinan bencana, dan pihak kepolisian mengawasi agar tidak ada kejadian kejahatan seperti pencopetan. Alhamdulillah, hingga puncak liburan tidak ada kejadian menonjol yang terjadi," ujar Ipda Tonny. Ia juga menambahkan bahwa kasus yang kerap ditemui adalah anak-anak yang terpisah dari orang tuanya.
"Jika ada anak yang lepas pengawasan, kami akan mengumumkannya melalui sistem siaran, dan orang tua bisa langsung menjemputnya di kantor informasi yang telah disediakan," jelasnya.
Harry Purwoto, Koordinator Kebersihan dan Keamanan THP Kenjeran, mengatakan bahwa lonjakan jumlah pengunjung terjadi sejak tanggal 24 Desember lalu, dan terus meningkat hingga menjelang akhir tahun serta awal tahun baru. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa Kenjeran tetap menjadi ikon wisata yang layak untuk dikunjungi oleh masyarakat.
"Kami terus berupaya memperbaiki berbagai fasilitas, mulai dari wahana permainan anak-anak, panggung hiburan, toilet yang dapat digunakan secara gratis, hingga menjaga agar harga makanan tetap wajar. Semua ini kami lakukan agar masyarakat tetap tertarik untuk datang berkunjung," tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.om
| Pencurian Motor dan Sekotak Skincare di Surabaya Terekam CCTV, Korban: Baru 5 Menit Ambil Barang |
|
|---|
| Arisan Bodong Penyanyi Dangdut Surabaya Rugikan 84 Orang, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar |
|
|---|
| Komplotan Maling Motor Asal Bangkalan Diciduk Polisi, Beraksi Lintas Wilayah hingga Bawa Airsoft Gun |
|
|---|
| 5 Fakta Menarik Surabaya North Quay, Wisata Bahari Modern di Tanjung Perak |
|
|---|
| Desas-desus Motif Pemicu Kakek 4 Cucu di Surabaya Dikeroyok dan Ditusuk hingga Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Polisi-mendapati-dua-anak-kecil-terpisah-dari-orang-tua-di-Pantai-Kenjeran.jpg)