BPBD Jember Waspadai Bencana Alam yang Diakibatkan Musim Penghujan di Jember

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terus mewaspadai terjadinya bencana alam di musim penghujan ini. Apalagi hujan dalam intensitas ring

BPBD Jember Waspadai Bencana Alam yang Diakibatkan Musim Penghujan di Jember
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kepala BPBD Jember, M Rasyid, di lokasi tangkis sungai Tanggul jebol di Kencong, Kabupaten Jember, Minggu (23/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terus mewaspadai terjadinya bencana alam di musim penghujan ini. Apalagi hujan dalam intensitas ringan sampai lebat masih kerap mengguyur Jember.

Mengacu data dari BPBD Jember, pada akhir pekan lalu, selama dua hari per tanggal 8 - 9 Februari 2019 terjadi enam kejadian akibat hujan deras disertai angin kencang selama dua hari. Enam kejadian bencana alam itu berupa tiga kali banjir, angin kencang (1 kejadian), dan dua peristiwa tanah longsor.

Enam kejadian itu berdampak pada kerusakan rumah, jembatan, juga fasilitas pendidikan. Enam kejadian itu tersebar di sembilan titik yakni di Kecamatan Sukorambi, Arjasa, Gumukmas, Rambipuji, dan Balung.

Kuota Pendaftaran SNMPTN 2019 Meningkat, Namun Masih Ada Kendala dari Pihak Sekolah

Perumahan Menjadi Sasaran WNA Ilegal, Warga Harus Berperan Aktif Mengawasi

Lift Jembatan Penyeberangan Orang di Surabaya Akan Dibuka 24 Jam

Contoh fasilitas pendidikan yang rusak adalah ruang kelas MTs Fathur Rahman di Dusun Curahdami Desa/Kecamatan Sukorambi. Jembatan yang rusak juga terjadi di Desa Sukorambi. Jembatan itu terbawa arus sungai yang deras, yang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Desa Sukorambi dan Karangpring Kecamatan Sukorambi. Jembatan di jalan itu merupakan jalur pintas, karena jika memutar harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer.

Ruang kelas MTs Fathur Rahman ambruk pada Jumat (8/2/2019) malam akibat hujan deras dan angin kencang.

"Hujan dua hari berturut-turut, juga ada angin kencang. Ruang kelas yang awalnya sudah retak akibat dampak gempa akhirnya ambruk," ujar Kepala MTs Fathur Rahman, Abdul Rahman, Selasa (12/2/2019).

Ambruknya ruang kelas itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau terluka. Tetapi akibatnya, beberapa orang murid belajar di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Jember di sekolah itu. Tenda itu menjadi kelas alternatif jika tiga ruang kelas yang masih berdiri tidak menampung kegiatan belajar mengajar bagi 223 murid MTs tersebut.

Sedangkan peristiwa banjir di akhir pekan lalu antara lain terjadi di Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas dan Karangsono Kecamatan Balung.

Wali Kota Surabaya Akan Bangun Lapangan Sepakbola Lagi Plus Fasilitas Lengkap

Kalimat Romantis saat Hari Valentine Tiba, Ungkap Perasaan Sayangmu ke Dia dengan Tepat

Ziarah ke Makam Sehari Jelang Dilantik Jokowi, Khofifah Teringat Permintaan Suami Sebelum Meninggal

Sementara itu, untuk data bulan Januari 2019, BPBD Jember mencatat ada 25 kejadian yang terdiri atas dua kali banjir, 14 kali angin kencang, enam kali tanah longsor, dua kali kebakaran, dan 1 kali abrasi. Peristiwa itu terjadi di 48 titik antara lain di Kecamatan Silo, Kaliwates, Kalisat, Ledokombo, Sumberbaru, juga Gumukmas.

Kepala BPBD Jember M Rasyid Zakaria menegaskan kembali kesiap-siagaan semua pihak di musim penghujan. Jika ada laporan kejadian bencana, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Jember langsung bergerak ke lokasi kejadian.

"Untuk melakukan langkah kedaruratan, juga melakukan pendataan," ujar Rasyid.

Dalam peristiwa bencana di bulan Januari lalu tidak ada korban jiwa, pun begitu dengan peristiwa selama dua hari di akhir pekan lalu.

Namun pada Sabtu (9/2/2019) dan Minggu (10/2/2019) terjadi kecelakaan laut dan sungai. Kecelakaan sungai terjadi di Sungai Besini Kecamatan Puger menimpa Nahrowi, warga Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger. Nahrowi tenggelam ke sungai saat mandi, dan tubuhnya belum ditemukan sampai pencarian, Selasa (12/2/2019).

Sedangkan Minggu (10/2/2019) kecelakaan laut terjadi di Pantai Payangan, Ambulu yang merenggut tiga nyawa guru BK asal Kabupaten Jombang. (Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved