Berita Sumenep

Karena Terkendala Cuaca, Target Pemeliharaan Jalan Nasional Sumenep - Sampang Belum Bisa Diprediksi

Pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional di Sumenep sampai saat ini belum tuntas, bahkan belum juga bisa diprediksi sampai kapan akan segera selesai untu

Karena Terkendala Cuaca, Target Pemeliharaan Jalan Nasional Sumenep - Sampang Belum Bisa Diprediksi
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional Sudah Sampai di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Sabtu, (16/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional di Sumenep sampai saat ini belum tuntas, bahkan belum juga bisa diprediksi sampai kapan akan segera selesai untuk Kabupaten Sumenep.

Abd Gafur Rosi, Ketua pelaksana pekerja proyek pemeliharaan Jalan Nasional Sumenep - Pamekasan dan Sampang membenarkan, tidak bisa diprediksi juga kapan segera akan menyelesaikan pekerjaan itu.

"Kalau itu kami tidak bisa memprediksi sampai kapan selesainya, karena tidak hampar total dari yang rusak itu tapi untuk Jalan wilayah Sumenep sudah sampai selatan pasar Kecamatan Bluto," kata Abd Gafur Rosi pada TribunMadura.com. Sabtu, (16/3/2019).

Gisel Dekat dengan Wijaya Saputra, Roy Marten Nasehati Gading: Jangan Pilih Perempuan yang Bodoh

Kasatpol PP Sumenep Jelaskan Kronologi Oknum Kadis yang Digerebek Istri Sah Saat Selingkuh

Rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya, Berikut Jalan-Jalan di Surabaya yang Akan di Tutup Besok

Pekerjaan pemiliharaan Jalan Nasional Sumenep - Pamekasan dan Sampang itu melalui dana APBN dengan nilai kontrak Rp 17 Miliar, kata dia kendala selama ini melihat cuaca dan jika cuacanya bagus pekerjaan terus digenjot.

"Kalau cuacanya bagus dan tidak hujan setiap harinya menghabiskan material sebanyak 200 ton aspal, namun ketika cuaca buruk hanya sekitar 100 - 150 ton dihabiskan," paparnya.

Pemeliharaan Jalan Nasional itu katanya, hanya mencari jalan yang rusak dan perlu diperbaiki mulai dari Sumenep - Pamekasan dan Sampang.

"Yang buat lama pekerjaannya ya loncat - loncat, tidak sekali menghampar pekerjaan dan yang kendala utama hujan, jika gak ada hujan setiap hari pasti cepat selesai," ucapnya.

Dijelaskan jumlah pekerja yang melaksanakan itu, sebanyak 12 orang dan flekmen pinggir 2 orang, tengah 1 orang.

Diketahui sebelumnya, kerusakan jalan akibat struktur jalan dan tonase berlebih itu terjadi di KM Kamal 156 – 160, sepanjang sekitar 4 KM.

Pekerjaan jalan Nasional mulai dari Kalianget Levling, ketebalan jalan 0,03 dan di Jalan Trunojoyo Sumenep Kolmeling 0,05.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved