Minggu, 26 April 2026

Berita Pamekasan

Kisah Perjuangan Burdatun Warida, Anak TKI yang Jadi Wisudawan Terbaik IAIN Madura

Kisah Perjuangan Burdatun Warida, Anak TKI yang Jadi Wisudawan Terbaik IAIN Madura.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Burdatun Warida, wisudawan terbaik S1 IAIN Madura, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com,  Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Prestasi luar biasa ditorehkan oleh Burdatun Warida. Meski hidup jauh dari orang tuanya yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI), dia berhasil menjadi wisudawan tebaik dalam Wisuda Sarjana Ke-25 IAIN Madura, Kamis (6/12/2018).

Menurut Burdatun, hidup di perantauan memang tidak mudah. Tapi jauh dari rumah dan orang tua malah menjadikannya lebih semangat belajar. Untuk segera menyelesaikan studi S1-nya di IAIN Madura.

Terlebih, mahasiswi asal Pulau Mandangin Kabupaten Sampang ini selama empat tahun kuliah mendapat beasiswa unggulan dari Kementrian Agama.

"Dapat hadiah beasiswa dari Kemenag membuat saya bisa lebih fokus kuliah," ujarnya, kepada Tribunmadura.com.

Dirinya, kata Burdatun Warida, juga aktif di organisasi kampus maupun sejumlah kegiatan di luar kampus.

"Dari semester pertama sudah mengatur waktu perkuliahan. Alhamdulillah bisa adaptasi dengan lingkungan kampus," jelas mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan ini.

Jerih payahnya berbuah, dengan IPK 3,75 dia lulus dengan predikat wisudawan terbaik dari 1.265 mahasiswa yang di wisuda pada wisuda ke-25 di IAIN Madura.

Perasaan bangga dan haru menyelimuti orang tua Burdatun, yang mendapat undangan khusus pada prosesi wisuda anaknya.

Ibunda Burdatan, juga tak kuasa mengungkapkan rasa haru dan syukur. Dia mengaku sangat bangga dan tidak menyangka anaknya menjadi wisudawan terbaik.

"Semangat Burdatun luar biasa. Walau dari keluarga tidak mampu, dia bisa berprestasi. Orangtua hanya bisa mendukung asal dia bertanggung jawab dengan apa yang dilukan," ujarnya.

"Itu yang saya sampaikan kepada anak-anak saya. Dan, selama menuntut ilmu jangan lupa berdoa, sebagai kewajiban dari hamba Allah," imbuh Ibunda Burdatun.

Sementara itu, mata Burdatun terlihat berkaca-kaca saat bercerita mengenai ayahnya yang tidak bisa hadir di momen wisuda yang selama ini ia nantikan.

Padahal ia ingin mempersembahkan predikat wisudawan terbaik ini kepada ayahnya yang pada hari itu juga sedang berulang tahun.

Burdatun juga bercerita tentang rahasia di balik sukses yang diraih sebagai wisudawan terbaik.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved