Penjualan Mainan Tradisional Turun 20 Persen Akibat Maraknya Permainan Gratis di Ponsel
Maraknya permainan di smartphone memberikan dampak bagi industri mainan tradisional, terutama dari segi penjualan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Maraknya permainan di ponsel memberikan dampak bagi industri mainan tradisional, terutama dari segi penjualan.
Ketua Bidang Mainan Kayu Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Jawa Timur, Winata Riangsaputra mengatakan, penjualan mainan turun 20 persen akibat banyaknya permainan yang bisa di dapatkan di ponsel secara gratis.
"Memang harus diakui permainan yang dapat diunduh secara gratis cukup menggerus industri mainan baik di dalam ataupun luar negeri," katanya, Rabu (5/12/2018).
• Jadwal Babak 64 Besar Piala Indonesia, Laga Madura FC Vs Madura United di Stadion Ahmad Yani Sumenep
Mengatasi kondisi tersebut, dalam dua tahun terakhir ini pihaknya gencar mengembangkan produk mainan yang menggabungkan antara fisik dan gadget.
"Ini dilakukan agar tidak ketinggalan sama teknologi yang makin canggih. Contoh permainan yang sudah dikembangkan ini smart numbers," terangnya.
Winata Riangsaputra menjelaskan, permainan tersebut dapat dimainkan di tab atau ipad yang mana angka-angkanya terbuat dari kayu.
• Persiapan Natal dan Tahun Baru, Pelindo III Bentuk Posko hingga Peningkatan Man Power
"Sejauh ini trennya lumayan bagus meski belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," jelasnya.
Diakuinya, memang pengembangan permainan seperti smart numbers tidaklah mudah karena ada beberapa kendala.
"Seperti minimnya sumber daya manusia yang mumpuni di bidang tersebut sampai masalah biaya yang cukup tinggi untuk membuat mainan itu," tutupnya.
• Jelang Natal dan Tahun Baru, Arus Penumpang Kapal Laut Diprediksi Naik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-game-di-ponsel.jpg)