Berita Pamekasan

Rasa Aman Mahal, Bupati Pamekasan Minta Jaga Keharmonisan Antar Agama

Rasa Aman Mahal, Bupati Pamekasan Baddrut Taman Minta Selalu Menjaga Keharmonisan Antar Agama.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Dialog lintas agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pamekasan, di Aula Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak semua pihak untuk terus menjaga keharmonisan dan toleransi antar agama agar Pamekasan menjadi daerah yang aman, damai, dan tentram.

Hal itu disampaikan, saat dialog lintas agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pamekasan, Kamis (20/12/2018) di Aula Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan.

Menurut Baddrut Tamam, keharmonisan yang sudah terjalin dengan baik di Pamekasan selama ini harus dipertahankan. Untuk itu, dirinya menyambut baik pelaksanaan dialog lintas agama yang digelar FKUB Kabupaten Pamekasan.

“Jangan sampai terpecah belah atau tercerai berai. Rasa aman itu mahal,” tegasnya.

Bila suatu daerah yang aman, damai dan tentram kemudian terjadi pertikaian, maka semua masyarakat dirugikan. Bahkan, negara pun dirugikan. Memulihkan itu semua tentu memerlukan biaya yang tak sedikit.

“Kita bersyukur toleransi umat beragama di Kabupaten Pamekasan berjalan dengan baik. Melalui tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan contoh kepada masyarakat,” tandasnya.

Untuk itu, Baddrut Tamam mengajak semua pihak untuk merajut kebersamaan. Saling memberikan yang terbaik bagi generasi muda. Serta turut serta memberikan masukan kepada generasi muda agar kedepan bisa hidup sesuai harapan bersama.

“Kalau aman itu nyaman. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, aman dan nyaman sesuai ajaran agamanya masing-masing,” imbuhnya.

Dalam dialog lintas agama yang digelar FKUB Kabupaten Pamekasan, dihadiri oleh perwakilan sekolah di Pamekasam, BEM, dan Ormas Keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk mempererat rasa persatuan lintas agama.

Peran FKUB untuk menetralisir potensi-potensi perpecahan dan konflik antar agama di masyarakat. Terutama mewaspadai adanya hasutan-hasutan kepada generasi muda.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved