Kamis, 21 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Menteri Perdagangan Nikmati Nasi Bungkus Rp 5000 di Pasar Tradisional Banyuwangi

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, mengunjungi sentra kuliner di Pasar Tradisional Sritanjung, Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018).

Tayang:
Penulis: Haorrahman Dwi Saputra | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menikmati nasi bungkus dan kopi khas Banyuwangi di Pasar Tradisional Sritanjung, Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, mengunjungi sentra kuliner di Pasar Tradisional Sritanjung, Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018).

Enggartiasto Lukita berkeliling meninjau satu per satu stan yang ada, kemudian mengapresiasi pengembangan pasar tradisional yang baru selesai renovasi tahap pertamanya tersebut.

“Ini kreasi luar biasa, dari pasar yang kumuh dibangun jadi seperti ini. Saya kira, hal ini bisa dijadikan percontohan bagi pasar-pasar yang lain," kata Enggartiasto Lukita.

"Pasar tradisional dikemas lebih moderen. Kombinasi bangunan yang tetap mengadopsi kearifan lokal, namun dengan penataan yang lebih berkelas,” imbuh dia.

Liburan Akhir Tahun, Trafik Layanan Data XL Axiata Diprediksi Meningkat 15 - 20 Persen

Enggartiasto Lukita mendukung pasar tradisional di Banyuwangi bisa dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata.

“Seperti pasar Chatuchak di Thailand yang jadi destinasi wisata, kombinasi seperti ini dalam suatu pasar sangat bagus,” ujar Enggartiasto Lukita.

Di pasar tradisional tersebut, Enggartiasto Lukita didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menikmati nasi bungkus dan kopi khas Banyuwangi yang terkenal dengan cita rasanya dan telah diekspor ke berbagai negara.

“Ini adalah bagian dari kampanye cinta produk Indonesia. Coba lihat nasi bungkus ini. Cuma Rp5.000, tapi rasanya mantap betul, lauknya lengkap, sambalnya bikin ketagihan ingin tambah terus,” ujarnya.

Terminal Arjosari Malang Alami Lonjakan Penumpang hingga 50 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

“Kopinya juga juara, nikmat banget. Kita harus harus bangga dengan produk kita sendiri,” sambung dia.

‎Sentra kuliner pasar tradisional tersebut dilengkapi 23 stan yang nyaman dan menarik layaknya kafe.

Bangunannya didesain cantik menggunakan ukiran kayu bermotif khas Banyuwangi.

Natal dan Tahun Baru, XL Axiata Tingkatkan Kapasitas Jaringan 1500 Site

Penataannya pun rapi dan bersih, sehingga kesan pasar tradisional yang semrawut kini hilang berubah menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan berwisata.

Di sentra kuliner ini, dijual beragam kuliner khas Banyuwangi mulai dari seperti sego tempong, rujak soto, sego cawuk, nasi bungkus, kopi Banyuwangi, kue cucur dan apem gula merah, serta lepet.

Selain itu, juga ada beragam oleh-oleh seperti aneka produk kerajinan bambu, asesoris, dan batik.

Libur Natal dan Tahun Baru, Wisata Gili Ketapang Probolinggo Kebanjiran Rejeki

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved