Wanita Paruh Baya Dibogem Dua Lelaki Tak Dikenal, Saat Ditemukan Celananya Sudah Melorot
Seorang wanita paruh baya dianiaya dua orang pria di area persawahan samping pabrik plastik Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, K
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Aqwamit Torik
"Tetapi di tengah perjalanan ada dua orang pria yang memaksa Suprapti untuk ikut dengan mereka. Suprapti tak bisa mengelak dan ikut dengan pelaku. Suprapti dibonceng kedua pelaku dan dibawa di area persawahan. Di situlah terjadi penganiayaan" katanya.
Priyanto menceritakan, Suprapti sejak kecil menderita sakit Hydrochephalus. Suprapti sehari-hari bermata pencaharian sebagai tukang pijat keliling.
"Dia keliling jalan kaki. Suprapti juga selalu membawa uangnya di saku baju. Uang milik Suprapti tidak pernah ditaruh di rumah," terangnya.
Terkait kejadian ini Kanit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Mojokerto Kota Aiptu Eko Purwanto membenarkan ada laporan kasus penganiayaan. Yang memberikan laporan tersebut tak lain adalah keluarga korban.
"Usai mendapat laporan kami langsung melakukan visum di RSI Hasanah Kota Mojokerto dan olah tempat kejadian perkara," katanya.
Dia mengatakan, dari hasil visum sementara ada beberapa luka bekas penganiayaan. Luka tersebut berada di belakang kepala, mata sebelah kanan.
• Kuota Pendaftaran SNMPTN 2019 Meningkat, Namun Masih Ada Kendala dari Pihak Sekolah
• Lift Jembatan Penyeberangan Orang di Surabaya Akan Dibuka 24 Jam
"Di daerah paha korban juga mengeluarkan darah. Celana juga sudah terbuka. Dari keterangan korban, dia dianiaya dengan pukulan," ujarnya.
Ditanya terkait dugaan pemerkosaan, dirinya belum dapat memastikan. Namun dari penuturan korban yang didapat polisi, memang belum membuktikan, karena ketika memberikan informasi harus ada dasarnya.
"Tunggu hasil visum besok. Namun, dari penuturan korban, memang pelaku membuka celananya," paparnya.
Dia mengimbuhkan, korban juga tak mengenali pelaku. Saat korban jalan kaki di Pasar Burung Jalan Empunala, Kota Mojokerto, dirinya dipaksa untuk ikut dengan pelaku.
"Kalau pengakuan korban, dia dipaksa dibonceng lalu bawa ke lokasi kejadian. Dapat dipastikan, uang yang korban bawa masih utuh tidak dicuri pelaku," pungkasnya. (Danendra Kusuma)