Rabu, 15 April 2026

Berita Mojokerto

Sambut Hari Raya Nyepi, Gelar Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo

Sambut Hari Raya Nyepi Dengan Gelar Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo di Mojokerto, yang duku jadi Ibukota Kerajaan Majapahit.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/DANENDRA KUSUMA
Umat Hindu se-Kota dan Kabupaten Mojokerto menggelar Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Trawas, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Umat Hindu Kota dan Kabupaten Mojokerto menggelar upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (2/3/2019).

Upacara Melasti merupakan satu dari rangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019.

"Total ada 6 rangkaian upacara, di antaranya Melasti, Tawur Agung, Ngembak Geni atau sukuran usai melaksanakan Nyepi," kata Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Gusti Ketut Budiarta.

Sebelum upacara Melasti dilakukan, sekira ratusan umat Hindu yang tergabung dari beberapa Pura yakni Pira Gondang, Pura Bangsal, dan Pura Pungging mengarak jempana dan sesaji dari luar hingga pelataran Pertirtaan Jolotundo. Jempana dibawa dengan cara dipikul sedangkan sesaji dibawa dengan cara dijunjung.

Sesampainya di pelataran para peserta Upacara Melasti disambut tarian. Selanjutnya, sebagian dari mereka meletakkan jempana dan sesaji di bibir kolam Pertirtaan Jolotundo.

Setelah itu, pemangku adat melakukan ritual. Lalu, dilanjutkan dengan persembahyangan. Seketika suara lantunan doa dan bunyi lonceng yang nyaring menyeruak. Para umat Hindu berdoa dengan khidmat.

Usai melakukan persembahyangan beberapa pemangku berkeling membawa air suci yang di taruh dalam wadah plasti. Lantas, pemangku tersebut mempercikkan air suci ke peserta Upacara Melasti.

Ketut menjelaskan, Upacara Melasti adalah upacara pembersihan diri. Proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan sarana air.

"Makna Melasti sendiri adalah pembersihan alam semesta Bhuana Agung dan Bhuana Alit," jelasnya.

Sementara itu, Gede Putu Swardana Ketua Penyiaran Hindu Jatim menerangkan, 
Tema nyepi tahun ini yakni 'Dengan Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019'.

"Sebentar lagi Pemilu 2019 akan digelar. Tema Nyepi tahun ini Dengan Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019," tandasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved