Kamis, 14 Mei 2026

Rumah Politik Jatim

Gelar Upacara Melasti Jelang Pemilu 2019, Begini Harapan Khusus Parisada Hindu Dharma Indonesia

Gelar Upacara Melasti Jelang Pemilu 2019, Begini Harapan Khusus Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/DANENDRA KUSUMA
Umat Hindu se-Kota dan Kabupaten Mojokerto menggelar Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Trawas, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Menjalang perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu Kabupaten Malang berbondong-bondong mendatangi Pantai Balekambang, untuk melaksanakan upacara Melasti. Seremoni sakral tersebut rutin dilaksanakan umat Hindu tiap tahunnya.

Sekitar 1000 umat Hindu di Kabupaten Malang dan sekitarnya seperti Blitar, Pasuruan dan Probolinggo kompak memanjatkan doa kepada Tuhan. Mereka sudah berduyun-duyun datang ke Pantai Balekambang sedari pagi hari, Senin (4/3/2019).

Pelaksanaan, upacara pun berangsur khidmat. Ribuan umat pertama-pertama menyambangi Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo.

Setelah mereka berkumpul di pinggir pantai sembari menata sesajen dan membawa sekuntum bunga. Harum semerbak menyan menyelimuti jalannya upacara.

Seraya membaca doa, para sesepuh adat memercikan air suci kepada para jemaat. Sesekali para jemaat meminum air pemberian para sesepuh.

Kemudian, mereka berbondong-bondong mengambil sekepal beras, kemudian diusapkan ke dahi masing-masing jemaat.

Selepas prosesi siram air selesai. Para jemaat melarungkan sesaji yang terdiri dari berbagai bunga dan sajian ke perairan Pantai Balekambang.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang, Sutomo Adiwijoyo menjelaskan, upacara Melasti merupakan wujud umat Hindu menerapkan mandat para leluhur. Sesuai ajaran kitab suci Sundarigama.

"Ajaran, para leluhur terdahulu melakukan kesepakatan berdasarkan dari kitab Sundarigama. Kami memaknai upacara untuk dipersembahkan kepada Dewa Baruna. Tujuannya,  memusnahkan kesengsaraan dunia, supaya  musnah dilebur lautan. Tetap, dasarnya adalah sastra (kitab suci) yang harus dipahami kita semua," ucap Sutomo usai upacara.

Sutomo juga menjelaskan, memang  upacara Melasti merupakan bagian dari rangkaian prosesi Hari Raya Nyepi.

"Nama Melasti itu dari bahasa Bali. Kami umat Hindu Kabupaten Malang masih menggunakan istilah jawa kuno yakni Jalan Dipuja saat menyebut prosesi ini. Memang, upacara ini adalah prosesi rangkaian dari hari raya nyepi, sekarang tahun saka 1941. Acara ini bertepatan dengan hari Panglung ke 13. Itu merupakan hari baik itu  bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara ini," jelas Sutomo Adiwijoyo.

Tak lupa, Sutomo juga berpesan kepada umat Hindu agar tetap bersatu. Mengingat, tahun ini merupakan tahun politik. Untuk ia menekankan kepada para umat Hindu agar menghargai setiap perbedaan.

"Sekarang sudah menjelang Pemilu 2019. Guyub rukun harus tetap dijaga. Walau kita berbeda pilihan dan pandangan. Ingat, bahwa kita adalah sama sama umat hindu dan bangsa Indonesia yang harus menjunjung tinggi rasa persatuan. Kami bangsa indonesia yang beragama Hindu. Apapun perbedaan itu adalah bagian dari kebhinekaan," pesan Sutomo.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara menerangkan, upacara Melasti merupakan momentum yang baik untuk mengenalkan pariwisata di Kabupaten Malang khususnya Pantai Balekambang.

Selain itu ia menjelaskan bahwa, Kabupaten Malang memiliki kekhasan tersediri terutama dalam wisata budaya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved