Breaking News:

Madurawiki

Tarian Arek Lancor, Upaya Generasi Muda Melestarikan Tarian Religius Khas Pamekasan

Tarian Arek Lancor, Upaya Generasi Muda Melestarikan Tarian Religius Khas Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Anak asuh Rika, saat menampilkan Tarian Arek Lancor di Aula Pendopo Roggosukowati Pamekasan, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Akhir-akhir ini di Kabupaten Pamekasan, setiap acara yang digelar oleh Pemkab Pamekasan selalu menampilkan tarian.

Satu diantara tarian yang sering ditampilkan adalah tarian bernama Arek Lancor.

Koreografer pencetus Tarian Arek Lancor, Rika mengatakan, mengambil tarian hasil koreografinya dinamai Tarian Arek Lancor, karena Arek Lancor adalah simbol dari Kabupaten Pamekasan, yang filosofinya melambangkan kekokohan serta kekuatan seperti iman dan taqwanya masyarakat Pamekasan.

"Tarian Arek Lancor tersebut bernuansa religius. Pada tarian arek lancor juga terdapat gerakan-gerakan Tari Saman atau hadrah yang saya coba kreasikan dengan semenarik mungkin," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, Senin (4/3/2019).

Menurut Rika, pada Tarian Arek Lancor, penarinya berjumlah lima orang, yang artinya sesuai dengan Monumen Arek Lancor Pamekasan yang tugunya berjumlah lima.

"Dalam tarian tersebut, saya juga menerapkan gerakan yang menyerupai bentuk tugu arek lancor. Arek Lancor itu kan dalam Bahasa Maduranya celurit yang runcing tegak ke atas. Tujuannya, saya hanya ingin mengenalkan ikon Pamekasan lewat seni tari," jelasnya.

Tak hanya itu, sebagai generasi muda, kata Rika, ia ingin merawat kesenian tari yang ada di Pamekasan dengan garapan dari berbagai sudut pandang serta dengan kreasi inovatif yang kini sedang ia lakukan bersama anak asuhnya untuk kembali menggaungkan kesenian tarian khas Pamekasan.

"Saya ingin kesenian tari di Pamekasan tetap dilestarikan. Mengingat Pamekasan kaya akan kesenian. Sebagai generasi muda saya ingin mencetuskan tari kreasi dengan berbagai versi dan nama," tegas Rika.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved