Polsek Tambelangan Dibakar
Kapolda Jatim Ungkap Insiden Polsek Tambelangan Dibakar Bukan Karena Aksi 22 Mei: Tapi Karena Hoax
Irjen Pol Luki Hermawan, menyampaikan melaui Tokoh Agama pihaknya akan menindak lanjuti kasus pembakaran Polsek Kecamatan Tambelengan.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
Kapolda Jatim Ungkap Insiden Polsek Tambelangan Dibakar Bukan Karena Aksi 22 Mei: Tapi Karena Hoax
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menilai insiden pembakaran Polsek Kecamatan Tambelengan bukan di sebabkan oleh aksi 22 Mei di Jakarta.
Kapolda Jatim bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, meninjau langsung lokasi Polsek Kecamatan Tambelengan Kabupaten Sampang, Kamis (23/5/2019).
Irjen Pol Luki Hermawan, menyampaikan melaui Tokoh Agama pihaknya akan menindak lanjuti kasus pembakaran Polsek Kecamatan Tambelengan.
"Kami akan berkoordinasi dengan para Tokoh Agama yang ada di Sampang," ujarnya.
• Maraknya Aksi 22 Mei di Jakarta, Relawan Prima 01 Jokowi Minta Masyarakat Madura Tak Ikut-Ikut
• Sugi Nur Raharja (Gus Nur) Jalani Sidang Ditemani 11 Pengacara Lawan 1 Jaksa, ini Langkah Gus Nur
• WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter Mengalami Error, Ternyata ini Penjelasan Menteri Kominfo
Saat ini Polda sudah mengantongi data dari beberapa beberapa pelaku, sehingga pihaknya akan di proses secepatnya melalui prosedur.
"Untuk barang bukti kami sudah mengumpulkan," tandasnya.
Dari barang bukti yang berhasil Polda kumpulkan, insiden tersebut dinilai bukan disebabkan oleh Pilpres kemarin, melainkan ada faktor lain.
Polda Jatim Menjelaskan Menurut keterangan sementara sebenarnya kejadian ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres.
Insiden ini di akibatkan berita hoax yang di beritakan di beberapa medsos tentang beberapa warga madura yang di tangkap di jakarta.
"Awalnya, ada pemberitaan video di media sosial tentang ulama pamekasan yang di tangkap dan di beritakan tidak bisa keluar dari jakarta karena di jaga, di situlah warga kesal" tutupnya.