Suhu Dingin di Jawa Timur Ternyata Disebabkan Udara dari Australia, Warga Harus Waspada Soal Hal ini

Kasie Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan saat musim kemarau, berhembus angin muson timur tenggara membawa massa udara

Suhu Dingin di Jawa Timur Ternyata Disebabkan Udara dari Australia, Warga Harus Waspada Soal Hal ini
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kantor BMKG Juanda, Sidoarjo, Rabu (20/02/2019). 

Suhu Dingin di Jawa Timur Ternyata Disebabkan Udara dari Australia, Warga Harus Waspada Soal Hal ini

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda keluarkan imbauan waspada suhu dingin dan angin kencang saat musim kemarau.

Kasie Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan saat musim kemarau, berhembus angin muson timur tenggara membawa massa udara dari Benua Australia yang bersifat dingin dan kering.

"Sehingga secara umum, kondisi wilayah Jawa Timur yang sebagian besar sudah masuk musim kemarau akan bersifat panas dan kering pada siang hari. Sedangkan untuk malam hari dan pagi hari akan dingin," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (21/6/2019).

Tinggal Tunggu Restu Prabowo Subianto, Anggota DPR RI Bambang Haryo Siap Maju Pilkada Surabaya 2020

Kabar Sedih Datang Dari Madura United, Zah Rahan Alami Kasus Langka: Cedera Otot Pangkal Paha Putus

BREAKING NEWS - Kecewa Sistem Zonasi PPDB di Surabaya, Teguh Ngadu ke Jokowi, Begini Reaksi Presiden

Ia menjelaskan suhu dingin pada musim kemarau disebabkan karena saat musim kemarau cerah dan tidak ada tutupan awan.

Radiasi sinar matahari yang diterima oleh bumi, akan dipancarkan kembali ke angkasa pada malam harinya.

"Karena tidak ada tutupan awan, maka energi tersebut akan diteruskan secara besar besaran ke luar angkasa. Sehingga membuat bumi menjadi dingin. Dan fenomena ini akan terjadi hingga bulan Agustus," jelasnya.

Namun, Teguh mengatakan kondisi ini selalu terjadi tiap tahun. Dan normal terjadi saat musim kemarau.

"Tidak hanya terjadi di wilayah Jatim saja, wilayah Jawa Tengah dan Indonesia bagian selatan juga mengalami hal yang sama seperti NTB, NTT, Bali," tambahnya.

Akibat fenomena cuaca tahunan tersebut, masyarakat harap mewaspadai gelombang tinggi laut di perairan Jatim.

"Selain itu masyarakat dihimbau tetap menjaga kesehatan akibat perbedaan suhu pada siang dan malam hari. Pada malam hari gunakan jaket atau selimut tebal dan siang hari gunakan pelembab kulit agar kulit tidak terasa kering," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved