Breaking News:

Berita Malang

UPDATE TERBARU Pelecehan Seksual Puluhan Siswa oleh Guru SD di Malang, Kejari Ungkap Perlakuannya

Update Terbaru Kasus Pelecehan Seksual Puluhan Siswa oleh Guru SD di Malang, Kejari Kota Malang Ungkap Perlakuannya

Penulis: Benni Indo | Editor: Mujib Anwar
insights.dice
Ilustrasi - Update Terbaru Kasus Pelecehan Seksual Puluhan Siswa oleh Guru SD di Malang, Kejari Kota Malang Ungkap Perlakuannya. 

Update Terbaru Kasus Pelecehan Seksual Puluhan Siswa oleh Guru SD di Malang, Kejari Kota Malang Ungkap Perlakuannya

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh IM, guru SD Negeri di Kota Malang telah memasuki tahap 2 di Kejaksaan Negeri / Kejari Kota Malang. Tahap kedua berarti penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan oleh Polri.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah mengatakan, IM telah dipindahkan ke Kejari Kota Malang pada pekan lalu atau akhir Juni 2019. Masih belum ada bukti maupun keterangan baru pada tahap 2 ini.

"Tidak ada yang berbeda. Sama seperti BAP. Jaksa sedang menyusun dakwaan," ujar Wahyu, Jumat (5/7/2019).

Setelah menyusun dakwaan, jaksa segera mendaftarkan untuk jadwal persidangan ke Pengadilan Negeri Malang. Wahyu mengatakan, Kasi Pidum akan segera menyelesaikan berkas dakwaan.

"Dalam waktu dekat akan disidangkan karena masa penahannya 20 hari," ujarnya.

Kepala Sekolah SMP di Surabaya ini Cabuli 6 Siswanya, Aksi Bejat Juga Dilakukan di Tempat Ibadah

Kenalan Lewat WA Hingga Tarif Kencan, Berikut 5 Fakta Penting Pria Gay Tulungagung Cabuli 50 Lelaki

Usai Diajak Foto di Pantai Pasongsongan Sumenep, Keperawanan Gadis Belia ini Direnggut Oleh Temannya

Tidak ada perlakuan berbeda terhadap IM.

Kata Wahyu, jaksa tetap melakukan prosedur sesuai peraturan terhadap kasus IM, meskipun kasusnya adalah pelecehan seksual terhadap anak.

"Tidak ada, kecuali untuk perkara pelaku anak. Kalau korban anak tidak ada. Kalau perkara asusila persidangan tertutup di pengadilan," paparnya.

Ditanya terkait tuntutan yang akan didakwakan, Wahyu belum bisa memastikan. Katanya, perlu melihat fakta persidangan terlebih dahulu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved