Berita Gresik

Janda Muda Baru di Gresik Tembus 927 Orang Dalam Setengah Tahun, Didominasi Perempuan Usia 22 Tahun

Janda Muda Baru di Gresik Tembus 927 Orang Dalam Setengah Tahun, Didominasi Perempuan Usia 22 Tahun.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Mujib Anwar
Shutterstock
Ilustrasi - Janda Muda Baru di Gresik Tembus 927 Orang Dalam Setengah Tahun, Didominasi Perempuan Usia 22 Tahun. 

Janda Muda Baru di Gresik Tembus 927 Orang Dalam Setengah Tahun, Didominasi Perempuan Usia 22 Tahun

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Angka perceraian di Kabupaten Gresik Jawa Timur cukup tinggi dan mengerek jumlah janda muda baru.

Dalam setengah tahun terakhir, hampir seribu perempuan menjadi janda muda baru di Kota Pudak Gresik, tepatnya 927 orang janda baru.

Total sejak bulan Januari hingga Juni 2019 atau satu semester pertama sudah angka perceraian mencapai.

Faktor penyebab perceraian pasangan yang menyebabkan banyaknya janda muda baru ini variatif, namun masih di dominasi oleh faktor ekonomi.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding satu semester pertama tahun 2018 lalu yakni, 843 pasangan yang berakhir di palu hakim.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Gresik, Emi Rumhastuti membeberkan selain didominasi faktor ekonomi.

Selain itu, angka perceraian juga disebabkan oleh perselisihan terus menerus dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"KDRT masuk kategori ekonomi, bukan hanya main tangan tetapi lebih ke tidak memberi nafkah sehingga menimbulkan kekerasan batin," ujarnya, saat ditemui di kantor PA Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 45, Selasa (23/7/2019).

Usia 107 Tahun Mbah Sumiati Jadi Calon Jamaah Haji Tertua asal Jatim, Begini Resepnya Jaga Kesehatan

Tubuh 4 Bocah Kakak Beradik Terpanggang Hingga Tewas, saat Rumah Ortunya di Kota Batu Ludes Terbakar

Kisah Marsuto Alfianto Asal Pamekasan, Minta Satu Sapi Belgian Blue ke Jokowi Tapi Malah Diberi Dua

Janda Muda Bertato Menangis Ditangkap Polisi, Nekat Jadi Pengedar Sabu Bersama Rekan Satu Jaringan

Angka Perceraian Jatim Tertinggi, Gubernur Khofifah Pusing, Curhat Sehari Teken 17 Berkas Cerai

Pada semester pertama tahun 2019, perceraian karena faktor ekonomi mencapai 459 kasus.

Kemudian perselisihan terus menerus sebanyak 237 kasus dan KDRT menyumbang 154 kasus.

"Setengah tahun ini tidak ada yang cerai karena poligami," kata Emi Rumhastuti.

Pada periode yang sama tahun lalu, faktor ekonomi menduduki peringkat pertama dengan 350 kasus.

Disusul perselisihan terus menerus mencapai 332 kasus dan meninggalkan satu pihak 97 kasus.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved